Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Efisiensi Anggaran, Pemkot Samarinda Atur Penyaluran Pro Bebaya

D
Penulis: Denny Saputra❯
Ananta Fathurrozi
Ananta Fathurrozi

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA- Di tengah efisiensi anggaran APBD Samarinda 2026 yang terkoreksi menjadi Rp 3,1 triliun dari sebelumnya Rp 5,8 triliun pada APBD Perubahan 2025, sejumlah program pembangunan berpotensi terdampak. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Program Pemberdayaan Berbasis Rukun Tetangga atau Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Pro Bebaya) yang selama ini menjadi andalan Pemkot Samarinda.


Advertisement

Program bantuan Rp 100 juta per RT itu sempat dikhawatirkan ikut terpangkas.
Namun Pemkot Samarinda menegaskan Pro Bebaya tetap berjalan penuh pada 2026. Yang berubah hanyalah mekanisme penyaluran anggarannya, yakni dilakukan secara bertahap. Sebesar 60 persen akan dialokasikan melalui APBD murni, sementara sisanya disalurkan pada APBD perubahan.

Kepala Badan Perencanaan dan Riset Daerah (Bapperida) Samarinda Ananta Fathurrozi memastikan, tidak ada pengurangan nilai bantuan yang diterima RT. Pemerintah tetap berkomitmen mempertahankan besaran Rp 100 juta per RT meski kondisi fiskal tengah mengetat. “Probebaya tetap 100 juta per RT, hanya pentahapannya saja yang diatur, 60 persen di APBD murni dan 40 persen di APBD perubahan,” ujarnya, Kamis (22/1).

Ia menjelaskan, kebijakan pentahapan dilakukan untuk menjaga stabilitas keuangan daerah sekaligus memastikan program prioritas tetap berjalan. Dengan pola tersebut, pelaksanaan kegiatan di tingkat RT tetap bisa dimulai lebih awal tanpa menunggu APBD perubahan.
“Ini bukan memangkas, tapi mengatur ritme agar semua program tetap jalan di tengah keterbatasan anggaran,” ujarnya.

Advertisement

Selain Probebaya, komitmen Pemkot Samarinda terhadap program penanganan banjir juga dipastikan tidak berubah. Penyesuaian fiskal tidak menggeser prioritas utama pemerintah kota dalam mengatasi persoalan banjir yang selama ini menjadi keluhan warga.
“Komitmen penanganan banjir tetap ada dan tidak dikurangi,” tegasnya.

Ia menambahkan, dengan pengaturan bertahap tersebut, pemerintah berharap pembangunan infrastruktur lingkungan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat RT tetap berjalan seimbang. “Walaupun pentahapannya 60-40, tetap nanti di 2026 ini totalnya Rp 100 juta per RT, itu komitmen kami,” pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Krisis Air Bersih, DPRD Usul Dana Probebaya untuk Sumur Bor dan Terminal Air

Krisis Air Bersih, DPRD Usul Dana Probebaya untuk Sumur Bor dan Terminal Air

DPRD Samarinda mengusulkan agar dana Probebaya dialokasikan untuk mengatasi persoalan krisis air bersih.

Resmi Dirilis! iPhone Duo Dijual Rp 35 Juta, Ini Bedanya dengan Seri iPhone 18 Pro

Resmi Dirilis! iPhone Duo Dijual Rp 35 Juta, Ini Bedanya dengan Seri iPhone 18 Pro

Dijual Rp 35 juta, iPhone Duo layar lipat ternyata minus Face ID dan kalah kamera dari iPhone 18 Pro. Layak dibeli atau mending seri Pro?

Tiga Booth UMKM Pro Bebaya Diresmikan, Kelurahan Jawa Dorong Warga Naik Kelas Usaha

Tiga Booth UMKM Pro Bebaya Diresmikan, Kelurahan Jawa Dorong Warga Naik Kelas Usaha

Kelurahan Jawa resmi meluncurkan tiga booth UMKM hasil program pemberdayaan masyarakat melalui Pro Bebaya

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer