Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Krisis Air Bersih, DPRD Usul Dana Probebaya untuk Sumur Bor dan Terminal Air

M
Penulis: M Hafiz Alfaruqi❯
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Abdul Rohim. (HAFIZ/KP)
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Abdul Rohim. (HAFIZ/KP)  

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - DPRD Kota Samarinda mengusulkan agar dana Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) dialokasikan untuk mengatasi persoalan krisis air bersih. Langkah ini dinilai mendesak menyusul kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang menyusutkan sumber air baku Perumda Tirta Kencana.

Kondisi krisis makin diperparah oleh masuknya air laut ke Sungai Mahakam, serta menyusutnya debit air di Bendungan Lempake hingga ke level kritis. Situasi tersebut menyebabkan distribusi air bersih kepada para pelanggan di berbagai wilayah Kota Samarinda sering mengalami gangguan dan terhenti.

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Abdul Rohim, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda segera mengeluarkan kebijakan diskresi terkait aturan pemanfaatan anggaran program tersebut.

Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, dana Probebaya merupakan pos anggaran riil yang sudah tersedia di tingkat rukun tetangga (RT).

Advertisement

"Kondisi sekarang kan memang air bakunya yang terbatas. Dalam beberapa kesempatan saya sudah mengusulkan pemkot membuat diskresi terkait alokasi pemanfaatan dana Probebaya karena dananya pasti ada. Itu bisa digunakan untuk membuat sumur bor air," ujar Rohim.

Selain pembuatan sumur bor mandiri untuk mencari sumber air alternatif, Rohim menyarankan anggaran tersebut difokuskan untuk membangun instalasi terminal air bersih di lokasi-lokasi strategis. Skema ini dirancang guna mempermudah penampungan dan pembagian air ke lingkungan warga yang terdampak paling parah.

Dalam usulannya, warga di tingkat RT atau kelurahan dapat membeli tandon penampungan air berkapasitas 12.000 liter lengkap dengan konstruksi dudukannya. Pasokan air untuk terminal penampungan itu nantinya diisi secara berkala oleh Perumda Tirta Kencana bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda.

"Sehingga per rentang RT atau per kelurahan ada pasokan cadangan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Kita tidak bisa menyalahkan Perumda Tirta Kencana karena kondisinya memang air baku yang kritis," tambahnya.

Di sisi lain, Pemkot Samarinda sebelumnya telah mengambil langkah teknis dengan membangun kanal untuk mengalirkan air dari Track Dayung menuju Bendungan Lempake demi mendongkrak debit air baku.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kasus Dugaan Korupsi Perumda Varia Niaga Jadi Alarm Evaluasi Tata Kelola BUMD, Ini Kata DPRD Samarin

Kasus Dugaan Korupsi Perumda Varia Niaga Jadi Alarm Evaluasi Tata Kelola BUMD, Ini Kata DPRD Samarin

Kasus dugaan korupsi Perumda Varia Niaga jadi alarm evaluasi BUMD. DPRD Samarinda minta operasional tetap berjalan & usut tuntas kerugian

DPRD Samarinda Mediasi Pengembang Grand City dan Warga Keledang Mas, Soroti Gerbang dan Banjir

DPRD Samarinda Mediasi Pengembang Grand City dan Warga Keledang Mas, Soroti Gerbang dan Banjir

DPRD Samarinda mediasi PT BSD & warga Keledang Mas. Ketua Komisi III Deni Hakim Anwar tekankan komunikasi gerbang & mitigasi banjir.

Proyek Grand City Dikeluhkan Warga, Aktivitas Pengiriman Alat Berat di Malam Hari Jadi Sorotan

Proyek Grand City Dikeluhkan Warga, Aktivitas Pengiriman Alat Berat di Malam Hari Jadi Sorotan

Warga keluhkan proyek Grand City Samarinda terkait gangguan alat berat dan risiko banjir. DPRD fasilitasi mediasi pengembang dan warga.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer