Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Awal Tahun Menguat, Daya Beli Petani Kaltim Surplus di Level 149,14

Raden Roro Mira Budi Asih
MENGUAT: NTP yang merupakan perbandingan antara harga yang diterima petani atas hasil produksinya dengan harga yang harus dibayar tunjukkan kenaikan pada Januari 2026.
MENGUAT: NTP yang merupakan perbandingan antara harga yang diterima petani atas hasil produksinya dengan harga yang harus dibayar tunjukkan kenaikan pada Januari 2026.

 


Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Angin segar berembus dari sektor pertanian Kalimantan Timur pada awal 2026. Di tengah berbagai dinamika harga kebutuhan pokok dan biaya produksi, posisi tawar petani justru tercatat menguat.

Berdasarkan Berita Resmi Statistik terbaru, Nilai Tukar Petani (NTP) Kaltim pada Januari 2026 tercatat 149,14. Angkanya naik 0,85 persen dibanding Desember 2025 yang berada di posisi 147,89.

Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Ariyanti Cahyaningsih menegaskan, kenaikan tersebut menjadi indikator surplus bagi petani di perdesaan.

Advertisement

Dia menerangkan, penguatan NTP dipicu kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) yaitu 0,85 persen. Sementara itu, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya naik 0,01 persen.

“Peningkatan NTP disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,85 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya naik sebesar 0,01 persen,” paparnya.

Secara konseptual, NTP merupakan perbandingan antara harga yang diterima petani atas hasil produksinya dengan harga yang harus dibayar untuk konsumsi rumah tangga maupun biaya produksi. Semakin tinggi NTP, semakin kuat pula daya beli petani.

Advertisement

Sumber penghitungan NTP berasal dari survei pemantauan harga di enam kabupaten, yakni Paser, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau, dan Penajam Paser Utara.

Dengan hasil Januari yang kembali menguat, tren tersebut menunjukkan kondisi ekonomi perdesaan di Kaltim relatif stabil memasuki triwulan pertama 2026. (*)

Advertisement
Editor : Dwi Restu A
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

ISPA di Balikpapan Melonjak: Diskes Soroti Warga Telat Berobat

ISPA di Balikpapan Melonjak: Diskes Soroti Warga Telat Berobat

Penanganan pasien yang membutuhkan tindakan medis melonjak dari 600 kasus menjadi 700 kasus per bulan.

Kasus Kekerasan di Paser Tembus 33 Kasus: 22 Korban Anak-Anak dengan Mayoritas Kekerasan Seksual

Kasus Kekerasan di Paser Tembus 33 Kasus: 22 Korban Anak-Anak dengan Mayoritas Kekerasan Seksual

Kasus kekerasan di Kabupaten Paser mengalami tren peningkatan. Terlebih mayoritas jadi korban kekerasan seksual adalah anak-anak.

Aktivitas IKN Meningkat, BI Waspadai Tekanan Harga Pangan di Kaltim

Aktivitas IKN Meningkat, BI Waspadai Tekanan Harga Pangan di Kaltim

Tekanan harga diproyeksikan sedikit lebih tinggi dibandingkan sebelumnya, seiring meningkatnya perekonomian dan mobilitas penduduk di IKN.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer