Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dishub Samarinda Petakan Titik Rawan Macet Jelang Lebaran

D
Penulis: Denny Saputra❯

Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu.
Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu.


Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda mulai memetakan potensi kepadatan arus lalu lintas menjelang Lebaran.

Meski tidak memprediksi lonjakan signifikan seperti kota tujuan mudik besar, mobilitas warga diperkirakan meningkat pada H-7 hari raya. Fokus pengawasan diarahkan ke pusat-pusat aktivitas masyarakat.

Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu, menyebut pola pergerakan kendaraan di Kota Tepian relatif stabil dari tahun ke tahun. Lonjakan biasanya terjadi saat warga berbelanja dan mempersiapkan kebutuhan Lebaran.

Advertisement

“Kalau untuk Samarinda tidak terlalu signifikan. Biasanya yang kelihatan itu H-7, mobilitas masyarakat tinggi untuk persiapan hari raya,” ujarnya, Minggu (1/3).

Sejumlah titik dinilai rawan macet, terutama di kawasan perdagangan. Di antaranya Pasar Pagi, Pasar Segiri, Jalan Pangeran Antasari, hingga Jalan Siraj Salman. “Terutama di bagian dalam pusat kota, itu yang paling sering terjadi kepadatan,” singkatnya.

Terkait kemungkinan rekayasa lalu lintas atau jalur alternatif, Dishub mengaku belum membahas secara detail. Namun skema tersebut dipastikan akan dikaji bersama instansi terkait. “Memang belum ada pembahasan, tapi nanti pasti akan kita bahas dan kita share kalau ada perubahan rekayasa,” jelasnya.

Advertisement

Dia menerangkan, koordinasi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia juga belum dilakukan secara teknis. Meski demikian, Manalu memastikan sinergi akan dilakukan mendekati puncak arus pergerakan masyarakat. “Ini penting untuk mengurai kepadatan di titik-titik krusial,” singkatnya.

Di sisi lain, persoalan penerangan jalan menjadi perhatian serius. Banyak lampu padam akibat pencurian kabel, baik kabel bawah tanah maupun kabel atas. “Sekarang bukan cuma kabel tembaga bawah tanah yang hilang, kabel atas pun sudah diambil,” ungkapnya.

Dia mengaku pihaknya berupaya memaksimalkan personel untuk melakukan perbaikan secepat mungkin. Penerangan dinilai krusial demi keselamatan pengguna jalan, terutama saat mobilitas malam hari meningkat menjelang Lebaran.

“Kami coba maksimalkan anggota untuk memperbaiki semampu mungkin agar tetap bisa berfungsi,” tegasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kebakaran di Jalan Gerilya Samarinda, Satu Anak Meninggal

Kebakaran di Jalan Gerilya Samarinda, Satu Anak Meninggal

Seorang bocah berusia 8 tahun tewas terjebak dalam kebakaran kontrakan di Jalan Gerilya, Samarinda, Minggu pagi. Polisi sedang melakukan ola

Kenal Sejak September, Pria di Samarinda Tega Cabuli Anak di Bawah Umur

Kenal Sejak September, Pria di Samarinda Tega Cabuli Anak di Bawah Umur

Polsek Samarinda Kota meringkus pria berinisial IR (30) karena melakukan pencabulan anak di bawah umur di sebuah penginapan.

Debit Bendungan Benanga Lempake Kritis, Pasokan Air Baku Bertahan Selama 30 Hari ke Depan

Debit Bendungan Benanga Lempake Kritis, Pasokan Air Baku Bertahan Selama 30 Hari ke Depan

Debit Bendungan Benanga Lempake kritis akibat kemarau. Pasokan air baku untuk warga Samarinda dipastikan aman hingga 30 hari ke depan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer