Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hujan Deras Picu Genangan dan Longsor, BPBD Minta Warga Tetap Waspada

D
Penulis: Denny Saputra❯
PERIKSA: Tim BPBD Samarinda membantu pembersihan di salah satu titik longsor di Jalan Sultan Alimuddin Gang Ketapang 1 Kecamatan Samarinda Ilir, Senin (15/6).
PERIKSA: Tim BPBD Samarinda membantu pembersihan di salah satu titik longsor di Jalan Sultan Alimuddin Gang Ketapang 1 Kecamatan Samarinda Ilir, Senin (15/6).

Advertisement

SAMARINDA- Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda pada Senin (15/6) siang, menyebabkan genangan di sejumlah ruas jalan serta memicu kejadian tanah longsor dan pohon tumbang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda langsung menerjunkan tim untuk melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Samarinda, intensitas hujan yang tercatat mencapai 32,2 milimeter. Genangan sempat terjadi di sejumlah titik, di antaranya Jalan Tengkawang, Simpang Empat Sejati, Jalan Cipto Mangunkusumo, Simpang Bukuan Palaran, Jalan Rapak Indah, Jalan A Yani, hingga kawasan Jembatan Mahakam (Jalan Untung Suropati).

Ketinggian muka air rata-rata berkisar antara 10 hingga 50 sentimeter. Beruntung, seluruh titik genangan berangsur surut pada sore hari dan tidak menimbulkan dampak terhadap fasilitas umum.

Advertisement

Selain genangan, hujan juga menyebabkan pohon tumbang di Jalan Teuku Umar dan kawasan Jalan Latsitarda 3 Perumahan Bukit Indah, Kecamatan Sungai Kunjang. Sebagian penanganan dilakukan warga secara mandiri, sementara petugas BPBD turun langsung untuk melakukan pembersihan di lokasi yang membutuhkan bantuan.

Kepala BPBD Samarinda Suwarso mengatakan tim terus bergerak memantau perkembangan kondisi pascahujan. Pengecekan juga dilakukan terhadap laporan tanah longsor yang terjadi di Jalan Otto Iskandardinata Gang Keluarga RT 17 dan Jalan Sultan Alimuddin Gang Ketapang 1.

“Tim sudah turun ke lapangan untuk memastikan kondisi. Beberapa titik genangan sudah surut, pohon tumbang juga telah ditangani. Untuk laporan longsor masih dilakukan pengecekan oleh tim reaksi cepat,” ujarnya, Senin (15/6) sore.
Suwarso mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Advertisement

Sesuai informasi BMKG, curah hujan masih berpotensi tinggi hingga akhir Juni mendatang. “Kami berharap warga tetap waspada terhadap genangan, longsor, maupun pohon tumbang,” pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Memasuki Masa Peralihan Musim, BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrim hingga Puting Beliung

Memasuki Masa Peralihan Musim, BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrim hingga Puting Beliung

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena cuaca ekstrem.

Prakiraan Cuaca BMKG 26 Oktober 2026: Waspada Hujan Petir di Wilayah Ini

Prakiraan Cuaca BMKG 26 Oktober 2026: Waspada Hujan Petir di Wilayah Ini

BMKG merilis prakiraan cuaca hari ini, 26 Oktober 2026. Sejumlah kota berpotensi diguyur hujan petir, sementara wilayah lain berawan.

Waspada Karhutla: BMKG Deteksi 1.297 Titik Panas Tersebar di Indonesia

Waspada Karhutla: BMKG Deteksi 1.297 Titik Panas Tersebar di Indonesia

BMKG deteksi 1.297 titik panas di Indonesia per 14 Oktober 2026. Waspada risiko karhutla meningkat di Sumatera, Kalimantan, hingga Papua.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer