Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pasar Pagi Masih Sepi, DPRD Dukung Kafe Rooftop dan Minta Disdag Tegas Tarik Lapak Mangkrak

M
Penulis: M Hafiz Alfaruqi❯
PASAR PAGI: Area rooftop Pasar Pagi direncanakan menjadi kafe dan ruang publik untuk mendongkrak kunjungan pascarevitalisasi. (HAFIZ/KP)
PASAR PAGI: Area rooftop Pasar Pagi direncanakan menjadi kafe dan ruang publik untuk mendongkrak kunjungan pascarevitalisasi. (HAFIZ/KP)

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menghidupkan kembali aktivitas di Pasar Pagi setelah direvitalisasi mendapat dukungan DPRD Kota Samarinda. Namun, legislatif menegaskan langkah itu harus dibarengi ketegasan terhadap pedagang yang sudah memperoleh lapak tetapi belum memanfaatkannya.

Advertisement

Ketua DPRD Samarinda Helmi Abdullah mengatakan, berbagai strategi yang disiapkan Pemkot, termasuk rencana menghadirkan kafe di rooftop Pasar Pagi untuk menarik anak muda, patut didukung selama berdampak pada peningkatan aktivitas perdagangan dan pendapatan asli daerah (PAD).

"Kalau itu memang berdampak terhadap keberlangsungan Pasar Pagi dan menambah PAD, tentu kami dukung. Bagaimanapun juga Pasar Pagi ini merupakan ikon Samarinda, apalagi sekarang sudah direvitalisasi," ujarnya, Minggu (26/7).

Advertisement

Menurut Helmi, revitalisasi Pasar Pagi harus diikuti dengan optimalisasi pemanfaatan seluruh lapak. Ia mengaku menerima informasi bahwa masih banyak kios yang belum ditempati.

"Kami juga berdiskusi dengan Komisi II. Informasinya masih banyak lapak yang belum difungsikan. Sementara waktu audiensi ke DPRD, banyak warga yang ngotot ingin mendapatkan lapak di Pasar Pagi," katanya.

Karena itu, DPRD berharap Pemkot segera mencari solusi agar seluruh lapak dapat beroperasi paling lambat Agustus mendatang. Menurutnya, pasar akan sulit kembali ramai jika masih banyak kios yang kosong.

Helmi juga mendukung langkah Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda yang berencana menarik kembali lapak dari pedagang yang tidak memanfaatkannya dan menyerahkannya kepada pedagang yang benar-benar ingin berjualan.

"Menurut saya, pemerintah kota harus tegas. Kalau sudah punya lapak tapi tidak difungsikan, ya cari pedagang lain yang benar-benar riil ingin berjualan di Pasar Pagi. Kan itu saja," kuncinya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pedagang Belum Bergairah Naik ke Lantai 6-7 Pasar Pagi

Pedagang Belum Bergairah Naik ke Lantai 6-7 Pasar Pagi

Upaya Pemkot Samarinda menghidupkan aktivitas perdagangan di lantai 6 dan 7 Pasar Pagi belum sepenuhnya mendapat respons pedagang.

Tarif Parkir Progresif Pasar Pagi Dikeluhkan Pedagang, Komisi III DPRD Minta Dishub Beri Relaksasi

Tarif Parkir Progresif Pasar Pagi Dikeluhkan Pedagang, Komisi III DPRD Minta Dishub Beri Relaksasi

Tarif parkir progresif di kawasan Pasar Pagi Samarinda menuai keluhan kalangan pedagang karena dinilai membebani biaya operasional harian

Kios Lantai 6-7 Pasar Pagi Bisa Digabung tapi  Pedagang Wajib Daftar Ulang

Kios Lantai 6-7 Pasar Pagi Bisa Digabung tapi Pedagang Wajib Daftar Ulang

Pedagang Pasar Pagi yang hendak menggabungkan lapaknya tak bisa ujuk-ujuk melakukan, melainkan harus mendaftar ulang terlebih dahulu.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer