Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemarau Diprediksi hingga Akhir September, BPBD Samarinda Ingatkan Warga Waspadai Karhutla dan Kekeringan

D
Penulis: Denny Saputra❯
TANGANI: Tim BPBD Samarinda memadamkan api di wilayah Samarinda, beberapa waktu lalu. PUSDALOPS BPBD SAMARINDA UNTUK KP
TANGANI: Tim BPBD Samarinda memadamkan api di wilayah Samarinda, beberapa waktu lalu. PUSDALOPS BPBD SAMARINDA UNTUK KP

Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir September 2026. Kondisi cuaca yang semakin panas disertai minimnya curah hujan membuat Pemkot Samarinda meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama yang dipicu aktivitas manusia.

Kepala Pelaksana BPBD Samarinda Suwarso mengatakan, berdasarkan informasi BMKG suhu udara pada Agustus hingga September diperkirakan mencapai 33-34 derajat Celsius. “Kondisi tersebut membuat vegetasi dan semak belukar lebih mudah terbakar,” singkatnya.

Dia menjelaskan, sebagian besar kebakaran yang terjadi selama ini bukan semata dipengaruhi cuaca. Melainkan dipicu kelalaian manusia seperti membakar sampah, pembukaan lahan, hingga puntung rokok yang dibuang sembarangan.

"Semak belukar menjadi sangat mudah terbakar saat cuaca kering. Karena itu masyarakat harus lebih berhati-hati, terutama jangan membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar," jelasnya.

Menurut Suwarso, data BPBD menunjukkan tren karhutla mulai meningkat memasuki musim kemarau. Hingga 25 Juli 2026 tercatat 27 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak mencapai 127 ribu meter persegi. Dari jumlah tersebut, lebih dari separuh kasus berkaitan dengan aktivitas manusia, sedangkan Juli menjadi bulan dengan kejadian terbanyak, yakni 11 kasus.

Advertisement

Dia menambahkan, selain potensi bencana karhutla, musim kemarau juga berpotensi memengaruhi ketersediaan air baku. Karena itu masyarakat diminta mulai menghemat penggunaan air dan mengikuti informasi resmi dari Perumdam Tirta Kencana terkait pelayanan distribusi air bersih.

“Kami terus memantau kondisi air baku di sungai dan waduk dan aktif berkoordinasi dengan Perumda Tirta Kencana,” tambahnya.

Selain itu, warga diimbau memanfaatkan setiap hujan yang turun dengan menampung air di wadah yang tersedia sebagai cadangan kebutuhan rumah tangga. "Yang paling penting adalah meningkatkan kewaspadaan. Jangan sampai aktivitas sehari-hari justru menjadi pemicu kebakaran di tengah musim kemarau," pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kasus Kekerasan Anak Samarinda Turun, DPRD Khawatir Korban Takut Melapor

Kasus Kekerasan Anak Samarinda Turun, DPRD Khawatir Korban Takut Melapor

"Laporan kekerasan anak di Samarinda turun jadi 94 kasus. DPRD khawatir banyak korban tak berani melapor.

Parkir Berlangganan Samarinda Raup Rp250 Juta, Dishub Klaim Respons Masyarakat Positif

Parkir Berlangganan Samarinda Raup Rp250 Juta, Dishub Klaim Respons Masyarakat Positif

Program parkir berlangganan di tepi jalan umum yang diluncurkan Pemkot Samarinda melalui Dinas Perhubungan mulai direspons masyarakat.

BRI Resmikan Branch Office Samarinda Pelita, Perkuat Layanan dan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Timur

BRI Resmikan Branch Office Samarinda Pelita, Perkuat Layanan dan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Timur

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk resmi meresmikan BRI Branch Office (BO) Samarinda Pelita yang berlokasi di Jalan Pelita No. 181–184.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer