Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DPRD Samarinda Sidak Pasar Pagi, Pedagang Keluhkan Dagangan Sepi Meski Pasar Sudah Modern

M
Penulis: M Hafiz Alfaruqi❯
Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi. (HAFIZ/KP)
Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi. (HAFIZ/KP)

Advertisement

SAMARINDA – Bangunan baru Pasar Pagi Samarinda telah berdiri megah dengan fasilitas yang lebih modern. Namun, kondisi tersebut belum berbanding lurus dengan aktivitas perdagangan. Banyak pedagang mengaku sepi pembeli, bahkan ada yang selama tiga bulan belum berhasil menjual satu barang pun.

Kondisi itu mendorong Komisi II DPRD Kota Samarinda melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Pagi, Kamis (30/7). Selama sekitar empat jam, rombongan DPRD meninjau seluruh area pasar, mulai dari lantai tujuh hingga lantai dasar, untuk mendengar langsung keluhan para pedagang.

Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, mengatakan hasil sidak menunjukkan kondisi yang memprihatinkan.

Advertisement

"Memang sangat miris. Pasar semegah ini ternyata pedagangnya tidak mendapat manfaat apa-apa secara ekonomi," ujarnya.

Menurut Iswandi, sejumlah pedagang mengaku belum memperoleh hasil penjualan yang layak sejak menempati kios baru. Bahkan, ada yang mengaku selama tiga bulan belum berhasil menjual satu barang, sementara pedagang lainnya hanya mendapat pembeli sekali dalam sepekan atau satu transaksi dalam sehari.

Advertisement

Kondisi tersebut dinilai menunjukkan Pasar Pagi belum mampu menjalankan fungsi utamanya sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

"Kami berharap pemerintah mampu memaksimalkan pasar ini sebagai urat nadi ekonomi dan benar-benar memberdayakan para pedagang," katanya.

Sebagai tindak lanjut, Komisi II DPRD berencana memanggil seluruh pihak terkait, mulai dari perwakilan pedagang, Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), hingga Inspektorat.

"Kita duduk bersama, jangan saling menyalahkan. Ada ribuan orang yang menggantungkan hidup di bangunan ini. Yang kita cari sekarang adalah solusi agar denyut ekonomi di Pasar Pagi kembali bergerak," tegasnya.

Selain persoalan sepinya pembeli, DPRD juga menemukan masih banyak kios yang belum ditempati. Berdasarkan penjelasan pedagang, kondisi tersebut dipengaruhi sistem pembagian kios yang dinilai kurang efektif.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

DPRD Samarinda Mediasi Pengembang Grand City dan Warga Keledang Mas, Soroti Gerbang dan Banjir

DPRD Samarinda Mediasi Pengembang Grand City dan Warga Keledang Mas, Soroti Gerbang dan Banjir

DPRD Samarinda mediasi PT BSD & warga Keledang Mas. Ketua Komisi III Deni Hakim Anwar tekankan komunikasi gerbang & mitigasi banjir.

Proyek Grand City Dikeluhkan Warga, Aktivitas Pengiriman Alat Berat di Malam Hari Jadi Sorotan

Proyek Grand City Dikeluhkan Warga, Aktivitas Pengiriman Alat Berat di Malam Hari Jadi Sorotan

Warga keluhkan proyek Grand City Samarinda terkait gangguan alat berat dan risiko banjir. DPRD fasilitasi mediasi pengembang dan warga.

Drainase Selili Perlu Diperlebar untuk Atasi Genangan, Suparno Utamakan Kesediaan Warga

Drainase Selili Perlu Diperlebar untuk Atasi Genangan, Suparno Utamakan Kesediaan Warga

Drainase Selili Samarinda dinilai perlu diperlebar. Anggota DPRD Suparno tekankan pentingnya kesediaan warga & kajian Dinas PU

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer