Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bersihkan Tepian Mahakam, DLH Turunkan Personel ke Teras Samarinda 2 

D
Penulis: Denny Saputra❯
GERAK CEPAT: Tim DLH mengangkut sampah sisa kayu dan gulma di tepian Sungai Mahakam, tepatnya di Teras Samarinda 2, Sabtu (5/9).
GERAK CEPAT: Tim DLH mengangkut sampah sisa kayu dan gulma di tepian Sungai Mahakam, tepatnya di Teras Samarinda 2, Sabtu (5/9).

Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pembersihan tepian Sungai Mahakam di sisi Teras Samarinda 2 dilakukan tanpa anggaran khusus. Menindaklanjuti arahan Wali Kota Samarinda Andi Harun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memaksimalkan personel dan peralatan yang tersedia.

Andi Harun bersama jajaran sebelumnya meninjau langsung lokasi tersebut pada Jumat (4/9), sekaligus memberikan arahan terkait penanganan tumpukan gulma, potongan kayu, dan sampah yang berada di tepian sungai. Sehari berselang, DLH langsung menurunkan tim untuk memulai pembersihan.

Advertisement

Plt Kepala DLH Samarinda Suwarso mengatakan, sebanyak 23 personel dikerahkan. Sebanyak 18 petugas bekerja dari sungai, sementara lima lainnya menangani bagian daratan. “Tim bekerja dari sisi sungai dan darat,” ujarnya dikonfirmasi Kaltim Post, Sabtu (5/9).

Dia menjelaskan dalam mendukung pekerjaan, petugas menggunakan dua unit perahu besar dan tiga speedboat. Peralatan tersebut digunakan mengangkut gulma, potongan kayu berukuran kecil hingga sampah plastik yang mengapung di permukaan Mahakam. "Pelan-pelan kami bersihkan sesuai kemampuan tim. Dan Alhamdulillah hasilnya mulai terlihat bersih," jelasnya.

Advertisement

Sementara untuk kayu berukuran besar, petugas akan menggunakan chainsaw untuk memotongnya terlebih dahulu sebelum dinaikkan dan dibawa ke pangkalan pungut, kemudian dibawa ke TPA menggunakan truk pengangkut sampah. "Pada tahap awal, pembersihan difokuskan pada area sekitar halte dengan panjang sekitar 150 meter," singkatnya.

Suwarso menyebut pembersihan dilakukan setiap hari selama jam kerja. Waktu istirahat menyesuaikan kondisi di lapangan. Namun, pengerahan tim dapat disesuaikan apabila terdapat kegiatan di Pangkalan Pungut Jalan Muso Salim Kecamatan Samarinda Kota maupun di Jalan Jelawat Kecamatan Samarinda Ilir, termasuk pelayanan bagi komunitas maupun akademisi yang melakukan aksi pungut sampah.

"Tentu kami melayani relawan, mahasiswa maupun komunitas yang mau melakukan kegiatan memungut sampah. Setelah itu kembali ke titik Teras Samarinda 2," sebutnya.

Dia menambahkan kendala utama kegiatan ini adalah kondisi pasang surut Mahakam. Saat air terlalu surut, kapal sulit mendekati tepian sehingga petugas harus menunggu ketinggian air kembali memungkinkan. “Ini kami kerja rutin, setiap hari perlahan-lahan, sebagaimana arahan wali kota,” ujarnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Benahi Layanan Pemanduan Kapal, Pelindo Jasa Maritim Serap Aspirasi Pelanggan Utama

Benahi Layanan Pemanduan Kapal, Pelindo Jasa Maritim Serap Aspirasi Pelanggan Utama

Pelindo Jasa Maritim serap masukan pelanggan di Yogyakarta guna benahi layanan pemanduan & penundaan kapal. Dukung logistik nasional!

Kabut Asap di Samarinda Makin Pekat, Diskes Rekomendasikan Sekolah PJJ pada 15–17 Oktober 2026

Kabut Asap di Samarinda Makin Pekat, Diskes Rekomendasikan Sekolah PJJ pada 15–17 Oktober 2026

Kualitas udara Samarinda memburuk akibat kabut asap karhutla. Dinkes rekomendasikan sekolah menerapkan PJJ pada 15–17 Oktober 2026.

Jejak Tempakul di Tepian Ibu Kandung Samarinda

Jejak Tempakul di Tepian Ibu Kandung Samarinda

Dulu, di tepian-tepian Sungai Karang Mumus, di antara lumpur dan tebing bibir sungai kerap didapati binatang antik bernama tempakul.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer