Antisipasi Inflasi dan Penurunan Daya Beli, Pemkot Samarinda Gencarkan Operasi Pasar

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menggencarkan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dan mengantisipasi inflasi. Langkah ini dilakukan di tengah penurunan daya beli masyarakat yang dipengaruhi berkurangnya perputaran uang di daerah.
Salah satu agenda terdekat adalah operasi pasar di Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang yang digelar bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim. Pemkot juga menginstruksikan Dinas Perdagangan dan Dinas Ketahanan Pangan untuk aktif melakukan intervensi di lapangan.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda Marnabas Patiroy mengatakan, penurunan daya beli masyarakat tidak lepas dari berkurangnya alokasi Transfer ke Daerah (TKD), yang berdampak terhadap perputaran uang di masyarakat.
"Makanya kita perbanyak operasi pasar. Besok kita akan melaksanakan operasi di Loa Buah bekerja sama dengan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur," ujar Marnabas, Rabu (21/10).
Baca Juga: Target 2027 Tetap, Pemasukan Pajak Air Tanah Bontang Masih tunggu Penyesuaian Tarif dari Pemprov
Ia menyebut, Wali Kota Samarinda menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah agar tetap aktif mencari solusi menghadapi tantangan ekonomi. Pemkot berharap kondisi ekonomi dapat membaik pada 2027.
Selain menggelar operasi pasar, Pemkot menggandeng Perum Bulog dan jaringan ritel modern untuk menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau. Perumda Varia Niaga Samarinda juga diminta memperkuat kerja sama antardaerah guna menjaga pasokan komoditas yang terbatas di pasar lokal.
Marnabas mencontohkan, pasokan cabai dapat didatangkan dari Sulawesi jika terjadi surplus di daerah tersebut. Sementara itu, bawang merah dapat dipasok dari Jawa. Adapun bawang putih masih didominasi komoditas impor.
"Kita genjot, khususnya BUMD Perumda Varia Niaga Samarinda, untuk menjalin kerja sama antardaerah," jelasnya. Untuk mengantisipasi lonjakan harga dan kelangkaan barang, Pemkot juga memantau pergerakan harga komoditas setiap hari melalui portal e-TEPIan pada pukul 11.00 Wita.
Data tersebut terhubung langsung dengan ruang kerja Wali Kota Samarinda sebagai dasar pemantauan dan pengambilan langkah antisipasi. "Jangan sampai terjadi kekosongan dan harga naik baru bergerak. Kalah langkah. Makanya, antisipasinya dengan melihat pergerakan harga," tegasnya.
Di sektor pertanian, Pemkot turut mengantisipasi dampak musim kemarau dengan menyalurkan bantuan mesin pompa portabel kepada petani. Bantuan ini ditujukan untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan persawahan dan perkebunan. (*)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




