Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Drainase Gunung Cermai Samarinda Baru 50 Persen, Ditarget Rampung Desember

D
Penulis: Denny Saputra❯
DIKEBUT: Pelaksana pembangunan crossing drainase di Jalan RE Martadinata, kecamatan Samarinda Ulu, bagian dari subsistem drainase Pasundan masih terus menyelesaikan pekerjaan, Kamis (22/10). (DENNY SAPUTRA/KP)
DIKEBUT: Pelaksana pembangunan crossing drainase di Jalan RE Martadinata, kecamatan Samarinda Ulu, bagian dari subsistem drainase Pasundan masih terus menyelesaikan pekerjaan, Kamis (22/10). (DENNY SAPUTRA/KP)

Advertisement

SAMARINDA – Pembangunan drainase Jalan Gunung Cermai yang terhubung ke Sungai Mahakam baru mencapai progres sekitar 50 persen. Proyek senilai Rp19,06 miliar itu ditargetkan rampung pada Desember 2026, termasuk pembangunan rumah pompa untuk mendukung pengendalian genangan.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Samarinda Darmadi mengatakan, pekerjaan masih berlangsung di sejumlah segmen, terutama di Jalan Gunung Cermai dan kawasan dekat Sungai Mahakam yang menjadi lokasi rumah pompa. Sementara itu, akses di simpang tiga yang sebelumnya terdampak pekerjaan kini sudah dapat dilalui dengan aman.

“Progresnya baru sekitar 50-an persen lebih sedikit. Kita masih ada pekerjaan di segmen Jalan Cermai, kemudian di dekat Sungai Mahakam nanti ada rumah pompa,” ujarnya, Kamis (22/10).

Advertisement

Penyelesaian proyek mengacu pada kontrak yang berakhir 11 Desember 2026. Darmadi menyebut, pekerjaan sempat melambat akibat relokasi pipa perusahaan daerah air minum (PDAM) yang memakan waktu lebih dari satu bulan.

“Agak lama kemarin karena relokasi pipa PDAM. Itu memakan waktu hampir satu bulan lebih. Sekarang kita tinggal mengejar pekerjaan yang tersisa,” jelasnya.

Advertisement

Proyek ini merupakan bagian dari penanganan sistem drainase kawasan Pasundan dan Gunung Cermai. Saluran sepanjang sekitar 197,7 meter dibangun untuk mengalirkan air menuju Sungai Mahakam melalui kawasan Jalan RE Martadinata.

Selain saluran, pekerjaan mencakup pembangunan rumah pompa berkapasitas 0,5 meter kubik per detik dan tiga pintu air. Infrastruktur tersebut dirancang untuk mendukung aliran air menuju sungai dan pengendalian genangan di kawasan sekitar.

Darmadi meminta masyarakat, khususnya pelaku usaha dan pengguna jalan, memahami dampak pekerjaan selama proyek berlangsung. Dia juga menyampaikan permohonan maaf atas gangguan terhadap aktivitas warga.

“Kami mohon maaf apabila lalu lintas dan aktivitas usaha masyarakat terganggu. Mohon bersabar, ini untuk kebaikan kita bersama,” pungkasnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Drainase Selili Perlu Diperlebar untuk Atasi Genangan, Suparno Utamakan Kesediaan Warga

Drainase Selili Perlu Diperlebar untuk Atasi Genangan, Suparno Utamakan Kesediaan Warga

Drainase Selili Samarinda dinilai perlu diperlebar. Anggota DPRD Suparno tekankan pentingnya kesediaan warga & kajian Dinas PU

Jelang Musim Hujan, DPRD Samarinda Soroti Drainase Menanjak dan Kolam Retensi Buntu

Jelang Musim Hujan, DPRD Samarinda Soroti Drainase Menanjak dan Kolam Retensi Buntu

Jelang musim hujan, DPRD Samarinda desak pemkot benahi drainase bermasalah dan optimalkan kolam retensi guna cegah ancaman banjir meluas.

Jalan RE Martadinata Samarinda Kembali Dibuka, Proyek Drainase Baru 30 Persen

Jalan RE Martadinata Samarinda Kembali Dibuka, Proyek Drainase Baru 30 Persen

Jalan RE Martadinata Samarinda kembali dibuka meski proyek drainase baru 30 persen dan pengaspalan masih menunggu aspal.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer