Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jalan Soekarno-Hatta KM 2 Samarinda Kembali Dibuka, Proyek Sodetan Berlanjut

D
Penulis: Denny Saputra❯
PANTAU: Tim bidang SDA DPUPR Samarinda memantau kondisi pembangunan crossing drainase di KM 2 Kelurahan Tani Aman, beberapa waktu lalu.
PANTAU: Tim bidang SDA DPUPR Samarinda memantau kondisi pembangunan crossing drainase di KM 2 Kelurahan Tani Aman, beberapa waktu lalu.

Advertisement

SAMARINDA – Akses Jalan Soekarno-Hatta KM 2, Kelurahan Tani Aman, Kecamatan Loa Janan Ilir, kembali normal sejak 17 Oktober 2026. Sebelumnya, ruas tersebut ditutup sementara untuk mendukung pembangunan sodetan yang menghubungkan Sungai Loa Lah dengan Sungai Loa Janan.

Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Samarinda Darmadi mengatakan, jalan dibuka setelah pemasangan box culvert atau saluran silang di bawah jalan rampung. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari sistem drainase untuk mengarahkan aliran air menuju Sungai Loa Janan.

“Pemasangan box culvert dikerjakan selama tujuh hari sejak 8 Oktober 2026. Pada 17 Oktober pukul 08.00 Wita, akses jalan sudah dapat dilalui kembali atau lebih cepat dari perkiraan penyelesaian pekerjaan utama di lokasi tersebut,” terangnya, Rabu (21/10).

Advertisement

Darmadi menjelaskan, pembangunan saluran drainase menuju Sungai Loa Janan sepanjang 85,83 meter telah selesai 100 persen. Saluran tersebut memiliki lebar 5,5 meter dan tinggi 2,5 meter.

Pekerjaan juga mencakup pembangunan saluran pelimpah di pertemuan Sungai Loa dengan sodetan. Bagian ini telah rampung dengan lebar 5,5 meter dan tinggi 1,5 meter.

“Beberapa pekerjaan krusial sebetulnya sudah selesai, tinggal segmen terakhir saja,” jelasnya.

Saluran pelimpah berfungsi mengurangi sekaligus membatasi debit air yang masuk ke Sungai Loa Janan. Dengan pengaturan tersebut, aliran air dapat diarahkan melalui sistem sodetan sesuai kapasitas yang direncanakan.

Sementara itu, pembangunan pintu air masih berlangsung dengan progres sekitar 12 persen. Pintu air tersebut akan mengatur aliran air yang masuk dan keluar sehingga debit dapat dikendalikan sesuai kebutuhan.

Pemkot Samarinda mengalokasikan anggaran Rp4,7 miliar untuk proyek sodetan ini. Pekerjaan ditargetkan rampung pada akhir 2026. Tim Bidang SDA DPUPR Samarinda masih memantau pelaksanaan proyek agar seluruh komponen infrastruktur selesai sesuai target.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kolam Retensi Pampang Capai 70 Persen, Perluasan 70 Hektare Terkendala Lahan

Kolam Retensi Pampang Capai 70 Persen, Perluasan 70 Hektare Terkendala Lahan

Kolam Retensi Pampang mencapai progres 70 persen pada 2026, tetapi rencana perluasan hingga 70 hektare masih terkendala lahan.

Bekas Galian Rayap Kabel Bopeng, DPUPR Samarinda Tunggu Hasil Pemeriksaan Polisi

Bekas Galian Rayap Kabel Bopeng, DPUPR Samarinda Tunggu Hasil Pemeriksaan Polisi

Aksi pencurian kabel prasarana jalan di sejumlah ruas Samarinda sisakan persoalan baru. Bekas galian yang ditutup seadanya bahaya pengendara

Revitalisasi GOR Segiri Telan Rp 23,8 Miliar, Progres Infrastruktur 88 Persen

Revitalisasi GOR Segiri Telan Rp 23,8 Miliar, Progres Infrastruktur 88 Persen

Pemkot Samarinda terus merevitalisasi kawasan GOR Segiri melalui dua proyek besar dengan total anggaran Rp 23,8 miliar

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer