Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Revitalisasi GOR Segiri Telan Rp 23,8 Miliar, Progres Infrastruktur 88 Persen

D
PERWAJAHAN: Beberapa pekerja terlihat beraktivitas di proyek revitalisasi GOR Segiri, beberapa waktu lalu.
PERWAJAHAN: Beberapa pekerja terlihat beraktivitas di proyek revitalisasi GOR Segiri, beberapa waktu lalu.

Advertisement

SAMARINDA- Pemkot Samarinda terus merevitalisasi kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Segiri melalui dua proyek besar dengan total anggaran Rp 23,8 miliar. Pekerjaan mencakup pembenahan infrastruktur sipil serta mekanikal elektrikal plumbing (MEP). Kedua proyek ditargetkan rampung pada pertengahan Desember 2026.

Staf Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda, Hendra Irawan menjelaskan revitalisasi terbagi dalam dua paket pekerjaan, yakni rehabilitasi infrastruktur senilai Rp 12,7 miliar dan rehabilitasi MEP sebesar Rp 11,1 miliar. Kedua paket tersebut mencakup penataan fasilitas pendukung hingga pembenahan jaringan utilitas kawasan olahraga.

“Infrastruktur itu pekerjaan sipil, seperti jalan, saluran, dan lapangan parkir. Sementara MEP meliputi pekerjaan kelistrikan, kabel tanam, PJU, dan pemipaan,” terangnya, Minggu (25/10).

Advertisement

Dia menjelaskan, rehabilitasi infrastruktur telah mencapai progres 88 persen dengan target penyelesaian pertengahan Desember mendatang. Pekerjaan yang ditangani meliputi lapangan parkir, jalan, drainase, rumah gardu, trotoar, hingga pagar kawasan. “Progres pekerjaan infrastruktur saat ini sudah 88 persen dan ditargetkan rampung pertengahan Desember,” jelasnya.

Dia menambahkan, progres rehabilitasi MEP saat ini mencapai 74 persen. Pekerjaan senilai Rp 11,1 miliar itu mencakup pemasangan kabel tanam, penerangan jalan umum (PJU), instalasi kelistrikan, serta pemipaan. “Untuk MEP, progresnya sudah 74 persen dan ditargetkan selesai pertengahan Desember,” tambahnya.

Dia menyebut, tantangan utama dalam pelaksanaan dua proyek tersebut adalah menjaga koordinasi pekerjaan sipil dan MEP agar berjalan selaras. Meski sebagian besar pengadaan material MEP berasal dari luar Kalimantan Timur, hal itu belum memengaruhi jadwal penyelesaian pekerjaan.

Advertisement

“Tantangannya lebih pada kolaborasi antara pekerjaan sipil dan MEP yang harus sejalan. Pengadaan barang sebagian besar dari luar Kaltim, tetapi masih sesuai jadwal,” pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bekas Galian Rayap Kabel Bopeng, DPUPR Samarinda Tunggu Hasil Pemeriksaan Polisi

Bekas Galian Rayap Kabel Bopeng, DPUPR Samarinda Tunggu Hasil Pemeriksaan Polisi

Aksi pencurian kabel prasarana jalan di sejumlah ruas Samarinda sisakan persoalan baru. Bekas galian yang ditutup seadanya bahaya pengendara

Drainase Gunung Cermai Samarinda Baru 50 Persen, Ditarget Rampung Desember

Drainase Gunung Cermai Samarinda Baru 50 Persen, Ditarget Rampung Desember

Proyek drainase Gunung Cermai senilai Rp19,06 miliar ditargetkan rampung 11 Desember 2026, termasuk pembangunan rumah pompa.

Jalan Soekarno-Hatta KM 2 Samarinda Kembali Dibuka, Proyek Sodetan Berlanjut

Jalan Soekarno-Hatta KM 2 Samarinda Kembali Dibuka, Proyek Sodetan Berlanjut

Jalan Soekarno-Hatta KM 2 Samarinda kembali normal sejak 17 Oktober. Pembangunan sodetan senilai Rp4,7 miliar masih berlanjut.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer