Menatap Pilwali Samarinda, Helmi Abdullah Perkuat Infrastruktur Partai hingga Tingkat RT

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Ketua DPRD Samarinda sekaligus bakal calon Walikota Samarinda, Helmi Abdullah, terus mematangkan langkah konsolidasi politik menuju Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Samarinda. Langkah tersebut diwujudkan melalui penguatan struktur internal partai hingga tingkat anak ranting dan interaksi langsung dengan warga di kawasan pinggiran.
Helmi yang diusulkan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra sejak Juni 2026 lalu, mengaku mendapatkan respons positif dari masyarakat selama turun ke lapangan. Konsolidasi ini dipersiapkan guna menjaga kesinambungan kepemimpinan di Kota Samarinda setelah masa jabatan Walikota Andi Harun genap dua periode.
Helmi menjelaskan, pembenahan mesin politik partai menjadi prioritas utama saat ini. Pihaknya berupaya memastikan seluruh jajaran kepengurusan partai di tingkat bawah siap bergerak secara terstruktur dan terpadu menyongsong kontestasi politik mendatang.
"Kalau berbicara masalah Pilwali, saya kira responsnya positif. Karena ke depan ini Pak Andi Harun sudah dua periode, tentu kami dari Partai Gerindra mempersiapkan keberlanjutan itu," ujar Helmi.
Selain konsolidasi internal, Helmi juga menekankan pentingnya kehadiran kader di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Menurutnya, kerja-kerja kepartaian harus menyentuh kebutuhan mendasar warga, terutama yang bermukim di wilayah pinggiran Kota Samarinda yang terdampak kondisi cuaca kemarau.
Saat ini kekeringan panjang menyebabkan sebagian petani di daerah pinggiran mengalami gagal panen. Kondisi tersebut mendorong partainya untuk hadir langsung mendistribusikan bantuan sekaligus mendengarkan keluhan yang dihadapi warga di tingkat bawah secara berkelanjutan.
"Harapan kita langkah ini kita tindak lanjuti sampai ke instruktur yang paling kecil," ungkapnya.
Di samping tugas kepartaian, agenda reses DPRD juga mencatat aspirasi warga terkait keterbatasan sarana publik, terutama akses air bersih akibat jaringan pipa distribusi yang belum menjangkau wilayah pinggiran.
"Dalam reses kemarin, banyak warga mengeluhkan kekurangan air bersih, mulai dari permintaan sumur bor hingga jaringan PDAM yang belum menjangkau permukiman," pungkasnya. (*)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




