Hadapi Musim Hujan, UPB Benanga Keruk Hulu Sungai Hampir 2 Kilometer

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Unit Pengelola Bendungan (UPB) Benanga Lempake mempercepat pembenahan infrastruktur bendungan untuk menghadapi musim hujan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengeruk alur sungai di bagian hulu sepanjang hampir dua kilometer.
Upaya ini dilakukan sebagai langkah mitigasi banjir sekaligus memperlancar aliran air menuju Bendungan Benanga. Selain itu, pembenahan tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan air baku bagi masyarakat, khususnya di wilayah Samarinda Utara.
Saat ini, Bendungan Benanga mengalami penurunan debit air secara drastis akibat kemarau panjang. Kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan pasokan air baku untuk kebutuhan intake dan instalasi pengolahan air (IPA) milik Perumda Tirta Kencana.
Baca Juga: Skandal Penyadapan Pemimpin Negara yang Pernah Terbongkar
Kepala UPB Benanga Lempake Hayu Wardana menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan langkah penanganan sejak beberapa bulan lalu. Persiapan difokuskan pada pembersihan dan pengerukan di area hulu bendungan.
"Untuk kami sebenarnya persiapannya sudah sampai dari bulan Juni-Juli itu sebenarnya kami sudah melakukan pengurukan di genangan Bendungan Benanga," ujar Hayu.
Ia menyebutkan, pengerjaan pengerukan dilakukan di bagian hulu bendungan dengan panjang mencapai hampir dua kilometer. Fokus utamanya membuka alur sungai agar aliran air dari Kolam Retensi Pampang menuju Bendungan Benanga lebih lancar.
"Mungkin tampak dari bendungannya enggak terlihat, nanti kita melaksanakannya di hulu dari Bendungan Benanga itu sepanjang hampir 2 kilometer," tambahnya.
Baca Juga: Dari Kutai Barat, Kristina Wati Buktikan Perempuan Bisa Berdampak hingga Tingkat Nasional
Selain pengerukan, petugas juga melakukan langkah teknis untuk menjaga pasokan air baku bagi masyarakat. Salah satunya dengan memompa air dari kawasan Track Dayung menuju genangan Bendungan Benanga.
Hayu menjelaskan, pembukaan alur sungai tersebut diharapkan dapat memperlancar aliran air dari Kolam Retensi Pampang menuju bendungan. Dengan demikian, ketika musim hujan tiba, potensi banjir dapat diminimalkan.
"Jadi kita membuka seperti alur sungai yang melancarkan aliran dari kolam retensi Pampang ke Bendungan Benanga. Artinya di saat musim penghujan, potensi banjir bisa diminimalisir," tegasnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




