Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DPRD Samarinda Soroti Elevasi Drainase, Efektivitas Penanganan Banjir Diuji saat Hujan

M
Penulis: M Hafiz Alfaruqi❯
PROYEK: Proyek drainase Pemkot Samarinda dalam upaya mengoptimalkan aliran air dan mengurangi risiko banjir di Jalan Juanda. (HAFIZ/KP)
PROYEK: Proyek drainase Pemkot Samarinda dalam upaya mengoptimalkan aliran air dan mengurangi risiko banjir di Jalan Juanda. (HAFIZ/KP)

Advertisement

SAMARINDA – Pembenahan drainase yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk mengatasi banjir mendapat perhatian DPRD. Selain memastikan pekerjaan fisik berjalan, pemerintah diminta memperhatikan elevasi saluran agar aliran air menuju sungai tidak terhambat.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda Abdul Rohim mengatakan, upaya pembenahan drainase dan normalisasi aliran menuju Sungai Mahakam merupakan langkah positif. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pekerjaan fisik yang telah diselesaikan.

Menurut dia, perlu dibedakan antara output berupa hasil pekerjaan infrastruktur dan outcome atau dampak yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Advertisement

"Jadi, kalau yang sekarang kita lihat ini kan upaya untuk melakukan perbaikan pada area output-nya. Drainase kemudian yang lain-lain nanti kita akan baru bisa melihat hasilnya nanti saat kalau sudah turun hujan dengan intensitas yang cukup tinggi," kata Rohim.

Ia menjelaskan, dampak penanganan banjir baru dapat dinilai ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Indikator keberhasilannya antara lain berkurangnya wilayah terdampak, ketinggian genangan, serta waktu yang dibutuhkan air untuk surut.

Advertisement

"Sementara yang kita sebut di area outcome-nya, yaitu area yang terdampak banjir bisa menjadi lebih sedikit, kemudian tinggi genangan dan lama genangan itu bisa lebih cepat surutnya. Kemudian yang masyarakat yang terdampak juga bisa lebih kecil," ujarnya.

Di sisi lain, Rohim menyoroti sejumlah persoalan teknis yang ditemukan di lapangan. Salah satunya ketidaksesuaian elevasi drainase, yakni terdapat saluran yang justru menanjak di bagian tengah sehingga berpotensi menghambat aliran air menuju sungai.

Selain itu, sedimentasi dan tumpukan sampah juga perlu menjadi perhatian karena dapat mengurangi kapasitas saluran dalam menampung dan mengalirkan air.

"Intinya secara keseluruhan sebenarnya yang dilakukan oleh teman-teman Pemkot itu kita melihat ini sesuatu yang positif. Tinggal pertama tadi, kita akan lihat tentu saja hasilnya saat nanti banjir tiba," ungkapnya.

Rohim menambahkan, Dinas Pekerjaan Umum sebagai perangkat daerah yang menangani infrastruktur perlu meningkatkan pengawasan terhadap pekerjaan drainase. Pemeriksaan teknis harus memastikan elevasi saluran sesuai perencanaan dan tidak menimbulkan hambatan aliran.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Antisipasi Banjir Bontang, Tim Panbers Bersihkan Parit di Tiga Titik Rawan Ini

Antisipasi Banjir Bontang, Tim Panbers Bersihkan Parit di Tiga Titik Rawan Ini

Dinas PUPRK Bontang menerjunkan Tim Panbers untuk mengeruk sedimen dan sampah di tiga parit rawan genangan.

Parit Dangkal Sebabkan Aliran Air Tersendat, Dinas PUPRK Bontang Lakukan Normalisasi

Parit Dangkal Sebabkan Aliran Air Tersendat, Dinas PUPRK Bontang Lakukan Normalisasi

Dinas PUPRK Bontang mengeruk endapan lumpur dan sampah di parit Belimbing guna mencegah banjir serta mengembalikan daya tampung saluran air.

Harga BBM Naik, Layanan Sedot Tinja dan Normalisasi Drainase Bontang Terancam Dikurangi

Harga BBM Naik, Layanan Sedot Tinja dan Normalisasi Drainase Bontang Terancam Dikurangi

Keterbatasan anggaran membuat Dinas PUPRK Bontang harus menyusun prioritas layanan di tengah lonjakan biaya operasional.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer