Status tersebut menegaskan peran SMAN 10 sebagai bagian dari peta besar pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Menurut Plt. Kepala Sekolah, Ni Made Adnyani, S.Ag., M.Pd., predikat ini tidak datang tiba-tiba. Sejak awal, sekolah sudah melakukan pemetaan kebutuhan sumber daya, mulai dari tenaga pengajar, sarana pembelajaran, hingga fasilitas penunjang.
Tujuannya memastikan setiap elemen siap mendukung program Garuda Transformasi.
“SMAN 10 Samarinda berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan agar siswa memiliki daya saing global,” kata Ni Made seperti dikutip dari SMAN 10 Samarinda.
Guru dan Tim Transformasi
Selain pemetaan, sekolah juga mendorong pembinaan mandiri guru. Tenaga pendidik diberi ruang untuk mengasah kompetensi, baik dalam metode pengajaran maupun pemanfaatan teknologi pendidikan.
Langkah ini diperkuat dengan pembentukan Tim Garuda Transformasi yang bertugas mengawal jalannya program serta memastikan arah kebijakan tetap konsisten.
Program Unggulan
Ada tiga program utama yang sudah berjalan. Pertama, Metode Sandwich untuk menulis esai, yang menekankan struktur berpikir sistematis.
Kedua, Program Bilingual agar siswa terbiasa menggunakan bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari. Ketiga, Kelas Garuda Transformasi yang memfokuskan pengembangan kemampuan STEM sekaligus melatih nalar kritis dan kreativitas.
Membuka Pintu Dunia
SMAN 10 Samarinda juga memperluas jangkauan kerja sama dengan berbagai universitas mancanegara. University of South Wales (Inggris), Curtin University (Australia), hingga Dong Xue Ji University (Tiongkok) sudah hadir memberikan sosialisasi tentang studi lanjut.
Bahkan, dalam waktu dekat, sekolah akan bekerja sama dengan EducationUSA, jaringan konsultasi global yang didukung Kementerian Luar Negeri AS, untuk membuka peluang pendidikan di Amerika.
Sinergi dengan Orang Tua
Bagi sekolah, keberhasilan transformasi tidak bisa dicapai tanpa dukungan orang tua. “Kami berharap kolaborasi erat antara sekolah dan keluarga dapat membentuk generasi unggul,” ucap Ni Made.
Dengan status barunya, SMAN 10 Samarinda bukan hanya mengejar predikat, melainkan menyiapkan lompatan kualitas pendidikan yang bisa menjadi model bagi sekolah lain di Kaltim, bahkan nasional.
Editor : Uways Alqadrie