KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Delapan gerobak pedagang kaki lima yang diangkut Satpol PP di kawasan taman seberang Masjid Islamic Center Samarinda, mendapat reaksi dewan.
Anggota Komisi I DPRD Samarinda Adnan Faridhan menegaskan, pihaknya mendukung langkah Satpol PP dalam menegakkan peraturan daerah (Perda) dan mempercantik wajah kota. Namun, dia mengingatkan agar proses penertiban dilakukan dengan cara yang manusiawi, dan tidak menimbulkan gesekan sosial.
“Pada prinsipnya kami sangat mendukung penertiban yang dilakukan Satpol PP. Tapi caranya harus humanis,” ujar Adnan, Kamis (6/11).
Menurutnya, para pedagang yang ditertibkan juga merupakan masyarakat Samarinda yang berjuang dari kalangan bawah. Karena itu, pendekatan yang digunakan harus tetap memperhatikan sisi kemanusiaan. “Jangan sampai melukai perasaan mereka. Orang yang sudah susah, jangan dibuat tambah susah,” tegasnya.
Selain itu, Adnan juga menyoroti potensi adanya praktik tebang pilih dalam penerapan perda. Dia meminta agar Satpol PP menegakkan aturan secara menyeluruh tanpa pandang bulu. “Kalau mau menertibkan, harus menyeluruh. Jangan ada yang diterapkan di satu tempat tapi di tempat lain dibiarkan,” ujarnya.
Dia mencontohkan kondisi di sekitar Jalan Anggi, samping kawasan Islamic Center, yang menurutnya sudah lama dipenuhi pedagang tanpa penertiban berarti. “Itu di sana sudah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tidak pernah ditertibkan. Padahal sudah jelas aturannya,” tambah Adnan.
Dia khawatir jika pola penegakan aturan yang tidak konsisten itu bisa menimbulkan persepsi negatif di masyarakat. “Jangan sampai masyarakat berpikir ada udang di balik batu. Kalau memang ingin mempercantik kota, ya lakukan dengan baik, adil, dan menyeluruh,” pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A