KALTIMPOST.ID-Hilangnya sejumlah baut di Jembatan Perniagaan Samarinda menjadi perhatian serius pemerintah kota.
Peristiwa itu dinilai bukan sekadar vandalisme, tetapi menyangkut aspek keselamatan publik.
Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Samarinda kini menunggu usulan resmi dari instansi teknis untuk langkah pengamanan jangka panjang.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Samarinda Ananta Fathurrozi mengatakan persoalan tersebut masuk dalam ranah pemeliharaan dan pengamanan aset daerah.
Namun, hingga kini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kebutuhan anggaran tambahan.
“Masukan soal pemeliharaan tentu kita analisa lagi. Kebutuhan akan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. Tapi kami belum menerima informasi apakah sudah ada usulan resmi dari OPD (organisasi perangkat daerah) teknis terkait pengamanan jembatan ini,” ujarnya, dikonfirmasi, Senin (16/2).
Menurutnya, bisa saja kebutuhan itu telah tercantum dalam rencana kerja masing-masing organisasi perangkat daerah. Hanya saja, setiap pengajuan tetap akan melalui proses penilaian prioritas, terutama di tengah keterbatasan fiskal.
“Semua kembali pada skala prioritas. Kita lihat mana yang lebih mendesak dan berdampak langsung pada masyarakat,” terangnya.
Ia menegaskan, aspek keamanan infrastruktur publik tidak boleh diabaikan. Apalagi jembatan merupakan fasilitas vital yang digunakan masyarakat setiap hari untuk aktivitas ekonomi dan mobilitas.
“Karena ini juga soal keamanan. Insyaallah akan kami perhatikan. Nanti coba dikoordinasikan lagi dengan teman-teman teknis agar jelas kebutuhan dan langkah yang harus diambil,” tegasnya.
Sebagai informasi saat ini tim DPUPR Samarinda tengah memasang 110 pasang baut yang diketahui hilang beberapa waktu lalu, termasuk beberapa plat penyangga baut.
Saat ini tim teknis masih membahas rencana tambahan aksesoris pengamanan agar kejadian serupa tidak lagi terulang. (rd)
DENNY SAPUTRA
@dennysaputra46
Editor : Romdani.