KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Polemik kendaraan dinas mewah yang belakangan ramai diperbincangkan turut memunculkan berbagai spekulasi terkait kendaraan pejabat daerah.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan, hingga kini dirinya belum pernah menggunakan mobil dinas baru sejak menjabat.
Menurutnya, kendaraan dinas resmi wali kota hanya satu unit, yakni Toyota Camry yang merupakan peninggalan pemerintahan sebelumnya. "Mobil dinas wali kota itu resminya cuma satu, yang sedan Toyota Camry. Itu masih zamannya pemerintahan Pak Syaharie Jaang," ujarnya.
Selain itu, Pemkot Samarinda juga memiliki satu kendaraan operasional lapangan berupa mobil double cabin jenis Toyota Hilux yang digunakan untuk kegiatan di lapangan.
Andi Harun menjelaskan, kendaraan jenis Land Rover Defender yang belakangan sering terlihat digunakan sebenarnya bukan mobil dinas wali kota, melainkan kendaraan tamu milik pemerintah kota yang disewa sejak 2022. "Kalau Defender itu sewa, dan itu mobil tamu, bukan mobil wali kota. Tapi memang sesekali saya pakai, misalnya kalau mendatangi lokasi yang tidak memungkinkan sasis mobil sedan masuk," jelasnya.
Andi Harun mengatakan, kendaraan tersebut disiapkan untuk melayani tamu-tamu penting (VIP) pemerintah kota, seperti menteri, sekretaris jenderal atau pejabat tinggi yang berkunjung ke Samarinda.
Sebelumnya Pemkot Samarinda tidak memiliki kendaraan khusus untuk pelayanan tamu VIP seperti yang dimiliki pemerintah provinsi maupun sejumlah kabupaten/kota lainnya. "Di nomenklatur itu memang mobil tamu VIP. Misalnya kalau ada menteri atau pejabat pusat datang, itu untuk pelayanan tamu," kata AH.
AH menambahkan, kendaraan tersebut mulai disewa sejak 2022. Saat itu, pemkot sebenarnya berencana membeli kendaraan dinas jenis Land Cruiser. Namun, rencana tersebut batal karena ketersediaan unit di pasaran terbatas.
Karena itu, dia menilai polemik kendaraan dinas baru yang ramai dibicarakan belakangan tidak relevan jika dikaitkan dengan kondisi di Pemkot Samarinda. (*)
Editor : Dwi Restu A