Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Jelang Lebaran, Harga Daging dan Telur di Samarinda Merangkak Naik, Ini Upaya yang Akan Dilakukan Pemerintah

M Hafiz Alfaruqi • Rabu, 11 Maret 2026 | 14:17 WIB

HARGA NAIK: Menjelang Idulfitri 1447 H, harga daging di pasar tradisional mulai mengalami kenaikan.
HARGA NAIK: Menjelang Idulfitri 1447 H, harga daging di pasar tradisional mulai mengalami kenaikan.

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Menjelang Idulfitri 1447 H/2026 M, Pemerintah Kota Samarinda mulai memantau pergerakan harga bahan pokok dan penting (bapokting) di pasar tradisional. Hasil sidak di Pasar Baqa, Samarinda Seberang, menunjukkan sejumlah komoditas mulai mengalami kenaikan harga, Rabu (11/3).

Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait serta unsur forkopimda turun langsung, mengecek kondisi harga, ketersediaan barang, hingga akurasi timbangan pedagang.

Saefuddin mengungkapkan, dari hasil pemantauan sementara, komoditas yang mulai mengalami kenaikan adalah daging sapi dan telur ayam. Meski begitu, kenaikan tersebut masih dalam batas wajar dan terus dipantau pemerintah. "Daging mulai harga beranjak naik, telur juga mulai naik. Kalau dilihat tren bahan pokok dan penting itu memang mulai ada pergerakan naik," ujarnya, Rabu (11/9).

Pemkot Samarinda akan menyiapkan langkah antisipasi jika kenaikan harga terjadi cukup signifikan. Salah satunya melalui pelaksanaan operasi pasar untuk menekan lonjakan harga menjelang Lebaran. "Kalau memang kenaikannya di atas rata-rata, kami akan berusaha melakukan operasi pasar. Dilihat dulu satu sampai dua hari ke depan. Kalau ada kenaikan yang tajam, insyaallah pemerintah kota akan mengadakan operasi pasar," jelasnya.

Rencana operasi pasar tersebut diperkirakan akan dilaksanakan mendekati hari raya. Namun, langkah tersebut tetap bergantung pada perkembangan harga di lapangan. "Mungkin sekitar tiga hari sebelum Lebaran. Tapi berharapnya tidak ada lonjakan harga. Kalau kondisi aman, tentu tidak perlu kita lakukan operasi pasar," tambahnya.

Salah satu penyebab kenaikan harga daging sapi saat ini dipicu keterlambatan pasokan dari luar daerah. Daging sapi yang dipasarkan di Samarinda sebagian besar didatangkan dari luar Kalimantan. "Untuk daging sapi ada sedikit keterlambatan pengiriman dari supplier, terutama dari NTT dan daerah luar. Informasinya dalam satu sampai dua hari pasokan akan datang," ungkapnya.

Selain daging, pasokan telur juga menjadi perhatian pemerintah. Tingginya konsumsi telur masyarakat membuat komoditas tersebut sangat bergantung pada distribusi dari luar daerah. "Konsumsi telur di Samarinda tinggi, hampir semua kalangan mengonsumsi telur. Tadi juga kita dapat informasi pasokannya dari supplier agak berkurang. Mudah-mudahan pengiriman dari Sulawesi dan Jawa bisa segera datang untuk memenuhi stok," kata Saefuddin.

Dalam sidak tersebut, tim juga melakukan pengecekan terhadap alat timbangan milik pedagang guna memastikan tidak ada praktik kecurangan.

Hasilnya, sebagian besar timbangan yang digunakan pedagang dinyatakan masih sesuai standar. Perbedaan kecil yang ditemukan dinilai masih dalam batas toleransi. "Alhamdulillah tadi dicek langsung timbangannya sesuai. Memang ada selisih kecil antara timbangan digital dan manual sekitar 0,006, tapi itu masih dalam batas wajar," pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#jelang lebaran #samarinda #daging #telur