SAMARINDA – Pemkot Samarinda mengevaluasi pelaksanaan penertiban pedagang kaki lima (PKL) selama Ramadan. Dari hasil pemantauan di lapangan, masih ditemukan sejumlah lapak yang berdiri di atas trotoar di beberapa titik kota. Kondisi tersebut diharapkan bisa segera ditertibkan setelah masa Lebaran.
Kepala Satpol PP Samarinda Anis Siswantini mengatakan selama Ramadan pihaknya memberi ruang toleransi bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, ia menegaskan fungsi trotoar tetap harus dikembalikan untuk pejalan kaki setelah momentum tersebut berakhir. “Petugas kami selalu berjaga dan berkeliling di sejumlah titik, dan mengusir bila ada pelanggaran,” singkatnya, Senin (23/3).
Ia mengakui di sejumlah lokasi masih ditemukan pedagang makanan maupun jasa penukaran uang yang memanfaatkan trotoar. Meski sebagian sudah berusaha menyingkirkan lapak ke tepi, keberadaan mereka tetap mengganggu fungsi fasilitas publik. “Memang masih ada PKL yang berjualan di atas trotoar, termasuk jasa penukaran uang. Ada yang sudah minggir, tapi tetap saja trotoar itu fungsinya untuk pejalan kaki,” terangnya.
Menurut Anis, selama ini petugas sudah berupaya melakukan pendekatan persuasif. Namun di lapangan sering terjadi praktik “kucing-kucingan” antara pedagang dan petugas saat dilakukan pengawasan. “Petugas kami rutin melakukan pengawasan misalnya di Jalan Slamet Riyadi, Jalan Kusuma Bangsa, Jalan Pahlawan dan lainnya,” singkatnya.
Karena itu, pihaknya meminta para pedagang bersikap kooperatif dengan membongkar lapak secara mandiri setelah Lebaran. Langkah tersebut dinilai lebih baik dibandingkan jika penertiban harus dilakukan langsung oleh petugas. “Untuk ke depannya setelah Ramadan, tolong dibongkar mandiri. Supaya kota kita tetap terlihat indah dan trotoar yang sudah dibangun Pemkot bisa kembali difungsikan,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang selama Ramadan berusaha mematuhi aturan dan menjaga ketertiban kota. Pemerintah, kata dia, tetap mengedepankan pendekatan persuasif selama pelaku usaha bersedia bekerja sama. “Imbauannya kooperatif supaya tidak sampai Satpol PP yang membongkar. Kami beri tenggat waktu sampai habis Lebaran, nanti kami keliling memastikan lapak-lapak itu sudah dibongkar mandiri,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani