Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Persimpangan, Sebuah Cerita Pendek Karya Wahdi Anwar

R
Penulis: Redaksi KP❯
Ilustrasi
Ilustrasi

Advertisement

HARI itu, langit menunjukkan warna biru yang tenang seolah baru saja dicuci dari sisa-sisa mimpi semalam. Mentari belum sepenuhnya naik, tapi sinarnya sudah cukup untuk membuat daun-daun pada pepohonan di pinggir jalan berkilauan.

Di sebuah bangunan sederhana yang dikenal sebagai bengkel aroma sedang mengadakan workshop pembuatan parfum dengan campuran dari beberapa bunga, buah, dan sedikit citrus, menciptakan suasana menenangkan.

Widya sedang berdiri dekat meja kayu tempat berbagai botol kecil berjajar bening, mungil, dan masing-masing menyimpan rahasia wewangian. Ia baru saja memulai sesi pelatihan pembuatan parfum sebagai bagian dari hobinya terhadap wewangian. Baginya, aroma adalah cara halus untuk menyampaikan tentang kenangan, tentang seseorang, atau tentang rasa yang belum sempat terucap.

Saat ia berkonsentrasi pada adonan wewangian di depannya, seseorang masuk tergesa-gesa namun tetap tampak santun. Seorang pria dengan rambut sedikit berantakan, mengenakan kemeja putih sederhana dan membawa buku catatan kecil. Ia memperkenalkan dirinya dengan sebuah senyum yang begitu ramah.

“Perkenalkan namaku Vanzi,” ujarnya.

Advertisement

Widya menatapnya sejenak cukup untuk melihat kehangatan pada matanya.

“Nama saya Widya,” sahutnya singkat dengan senyum tipis.

Pelatihan dimulai dengan pengenalan materi dasar pembuatan parfum. Mereka berdiri berdekatan, masing-masing memegang sebatang bloter kertas kecil penyerap aroma. Mentor meminta mereka saling bertukar blotter paper yang mereka pegang. Ketika Widya menyerahkan blotter paper beraroma vanilla ke tangan Vanzi, tangan mereka tak sengaja bersentuhan. Singkat, ringan, namun cukup membuat jantung Widya berdetak lebih cepat dari biasanya.

“Aromanya manis,” ujar Vanzi.

Widya hanya mengangguk, menyimpan kata-kata yang ingin ia ucapkan. Workshop itu berlangsung hanya satu hari. Namun, waktu satu hari rupanya lebih dari cukup untuk membuat Widya merasa mengenal orang asing yang hadir seperti kejutan yang indah.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Para Pencari Raungan Keadilan; Cerita Pendek Karya Wahdi Anwar

Para Pencari Raungan Keadilan; Cerita Pendek Karya Wahdi Anwar

Melalui cerpen alegoris Para Pencari Raungan Keadilan, Wahdi Anwar mengisahkan perjuangan tiga makhluk kecil mencari simbol keadilan.

Duka dari Langit Berbeda, Cerita Pendek Karya Sahari Nor Wakhid

Duka dari Langit Berbeda, Cerita Pendek Karya Sahari Nor Wakhid

Cerpen Duka dari Langit Berbeda karya Sahari Nor Wakhid mengisahkan refleksi seorang guru di tengah bencana asap karhutla dan abu vulkanik.

Dua Arah Pulang, Cerita Pendek Karya Bella Sapitri

Dua Arah Pulang, Cerita Pendek Karya Bella Sapitri

Cerpen Dua Arah Pulang karya Bella Sapitri mengisahkan persahabatan dua siswi SD dari latar berbeda, serta potret ketimpangan perhatian.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer