Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BSI dan Pemprov Kaltim Satukan Langkah, Dari Kaltim Menuju Baitullah

D
Penulis: Dwi Restu A❯
DUKUNGAN: (kanan ke kiri) Dien Lukita Purnamasari, Andi Asni, Sri Wahyuni, dan Sefudin Suria Hidayat bersama menunjukkan program Kaltim Berhaji yang sudah resmi disepakati.
DUKUNGAN: (kanan ke kiri) Dien Lukita Purnamasari, Andi Asni, Sri Wahyuni, dan Sefudin Suria Hidayat bersama menunjukkan program Kaltim Berhaji yang sudah resmi disepakati.

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memperkuat sinergi, dalam memudahkan masyarakat mempersiapkan ibadah haji. 

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Kaltim Berhaji, Senin (31/8). 

Advertisement

Penandatanganan berlangsung di Ruang Olah Bebaya, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda. Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kaltim serta sejumlah pemangku kepentingan.

Mengusung tema Langkah Awal Lebih Dekat ke Baitullah, kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong masyarakat, khususnya ASN di Kaltim, mulai merencanakan ibadah haji melalui kebiasaan menabung sejak dini.

Advertisement

Retail Deposit Solution Group Head PT BSI Dien Lukita Purnamasari mengatakan, Program Kaltim Berhaji merupakan bagian dari program yang secara rutin dilaksanakan BSI di berbagai daerah. Kaltim menjadi salah satu provinsi yang menjalankan program tersebut melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah. “Semoga melalui program ini kami dapat mengajak ASN hingga masyarakat Kaltim untuk mempersiapkan perjalanan ibadah haji bersama BSI,” ujarnya.

Dien menjelaskan, masyarakat yang memiliki niat untuk menunaikan ibadah haji dapat memulainya dengan langkah sederhana, yakni membuka rekening tabungan haji BSI. Dengan setoran awal Rp100 ribu, masyarakat dapat mulai membangun kebiasaan menabung secara konsisten.

Menurut dia, langkah tersebut penting mengingat masa tunggu keberangkatan haji di Kaltim dapat mencapai sekitar 26 tahun. Karena itu, persiapan sejak dini menjadi salah satu cara agar masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk memenuhi kebutuhan biaya dan persyaratan keberangkatan. “Kalau masa tunggunya panjang, persiapannya juga harus dilakukan sejak awal. Dengan menabung secara rutin, niat untuk menunaikan ibadah haji dapat dipersiapkan dengan lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Regional CEO IX Kalimantan PT BSI Sefudin Suria Hidayat mengatakan, PKS bersama Pemprov Kaltim menjadi bentuk komitmen BSI untuk menghadirkan layanan dan kemudahan bagi masyarakat dalam mempersiapkan ibadah haji.

“Alhamdulillah, kami dari PT BSI Regional IX Kalimantan mendapatkan dukungan dari BSI pusat serta Pemprov Kaltim untuk bersama-sama berkolaborasi memberikan kemudahan berhaji bagi masyarakat Kaltim,” tuturnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Penumpang Pesawat di Kaltim Hampir 200 Ribu pada Juli, Trafik Domestik Masih Menurun

Penumpang Pesawat di Kaltim Hampir 200 Ribu pada Juli, Trafik Domestik Masih Menurun

BPS Kaltim mencatat penurunan penumpang domestik, sementara trafik penerbangan internasional justru tumbuh pada Juli 2026.

Debu dan Udara Kering Picu ISPA di Samarinda Naik 22 Persen, Warga Diimbau Pakai Masker

Debu dan Udara Kering Picu ISPA di Samarinda Naik 22 Persen, Warga Diimbau Pakai Masker

Kasus ISPA di Samarinda meningkat pada Agustus 2026. Warga diminta waspada terhadap debu dan paparan PM2,5.

Bersaing dan Mendongkrak Penjualan, Ini yang Dilakukan POLNES untuk UMKM di Sengkotek 

Bersaing dan Mendongkrak Penjualan, Ini yang Dilakukan POLNES untuk UMKM di Sengkotek 

Tak bisa lagi dengan metode yang itu-itu saja, POLNES memberikan pelatihan bagi penggiat UMKM demi meningkatkan penjualan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer