SAMARINDA -Guna meningkatkan kompetensi bidan, Pengurus Cabang (PC) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Samarinda mengikat kerja sama dengan Politeknik Kesehatan Kemenkes Kaltim.
Relasi tersebut sedianya sudah berlangsung sejak 2021. Komitmen tersebut kembali dipertegas saat Poltekkes Kemenkes Kaltim menggelar wisuda, 25 Januari lalu. Ketua PC IBI Samarinda Nursari Abdul Syukur mengatakan, bidan merupakan profesi yang diakui secara nasional maupun internasional dengan sejumlah praktisi di seluruh dunia.
"Bidan dan bidang praktiknya telah diakui oleh The International Confederation of Midwives (ICM) 1972 dan The International Federation of Gynaecology and Obstetrics (FIGO) 1973, WHO, dan badan lainnya," ungkapnya.
Bidan sebagai pekerja profesional dalam menjalankan tugas dan praktiknya, bekerja berdasarkan pandangan filosofis yang dianut. Diperkuat dengan keilmuan, metode kerja, standar praktik pelayanan serta kode etik, sertifikasi, dan lisensi.
Nursari menambahkan, PC IBI Samarinda terus berupaya meningkatkan kompetensi bidan agar menjadi tenaga kesehatan yang profesional. "PC IBI memilih melakukan kerja sama untuk mengikuti pendidikan profesi bidan di Poltekkkes Kemenkes Kaltim karena telah terakreditasi Baik Sekali,” terang Nursari.
Di samping itu, bidan juga memiliki peran vital dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Juga penanganan stunting dan gizi buruk. “Bidan menjadi salah satu perintis pembangunan nasional. Melalui peran bidan, pemerintah hadir dalam meningkatkan kesehatan masyarakat," jelas Nursari.
Dirinya berharap, adanya kerja sama ini sama-sama memberi manfaat, baik bagi IBI Samarinda maupun Poltekkes Kemenkes Kaltim. Terlebih kerja sama ini merupakan implementasi dari tridarma perguruan tinggi.
"Semoga kerja sama ini terus berjalan baik, saling bermanfaat untuk kedua belah pihak. Serta menjadi motivasi bagi instansi pendidikan untuk terus berkembang dan berinovasi dalam melibatkan peran serta organisasi profesi,” pungkasnya.(adv)
Editor : Ery Supriyadi