BALIKPAPAN — Swiss-Belhotel Balikpapan menggelar perayaan malam Tahun Baru Imlek 2026 dengan konsep yang lebih meriah dan atraktif di Mahakam Grand Ballroom, Senin (16/2). Sekitar 150 tamu memadati ballroom hotel, mayoritas warga Balikpapan yang memilih merayakan Imlek bersama keluarga tanpa harus bepergian ke luar daerah.
Perayaan Imlek tahun ini dikemas dengan rangkaian hiburan dan kuliner khas Tiongkok, mulai dari all you can eat dinner, pertunjukan barongsai tonggak, wushu, live music, upacara Yee Sang, hingga penutupan dengan pesta kembang api.
General Manager Swiss-Belhotel Balikpapan, Eksi Ayuningtyas, mengatakan antusiasme masyarakat pada perayaan Imlek kali ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut mendorong pihak hotel menghadirkan konsep yang lebih berani dan berkesan.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman yang berbeda. Karena itu, tahun ini kami menampilkan barongsai dengan atraksi tonggak agar suasana Imlek terasa lebih meriah dan meninggalkan kesan mendalam bagi para tamu,” ujar Eksi.
Salah satu momen paling menyita perhatian adalah atraksi barongsai dan kembang api. Aksi akrobatik di atas tiang-tiang tinggi membuat suasana ballroom tegang sekaligus memukau. Sejumlah penonton tampak menahan napas, sementara anak-anak terpaku menyaksikan pertunjukan dan orang tua mengabadikan momen tersebut dengan ponsel mereka.
Selain hiburan, sajian kuliner menjadi daya tarik utama. Swiss-Belhotel Balikpapan menyuguhkan lebih dari 50 varian menu, terdiri atas sekitar 19 menu appetizer dan lebih dari 10 menu utama. Beragam hidangan khas Chinese food disajikan, termasuk peking duck, dimsum, mi Hong Kong, serta aneka olahan daging sapi, lengkap dengan live cooking station.
Tradisi Yee Sang atau Yusheng menjadi momen yang paling dinanti. Upacara dilakukan secara simbolis di depan panggung sebelum dibagikan kepada para tamu. Para pengunjung bersama-sama mengaduk salad ikan sambil mengangkatnya tinggi-tinggi, sebagai simbol doa untuk rezeki, keberuntungan, dan kemakmuran di tahun yang baru.
Hidangan mi panjang umur yang disajikan utuh tanpa dipotong turut melengkapi makna harapan akan kesehatan dan rezeki yang terus mengalir.
Menjelang pergantian hari, pertunjukan wushu memanaskan suasana sebelum akhirnya pesta kembang api berdurasi sekitar 10–15 menit menerangi langit Balikpapan pada pukul 23.00 Wita. Pihak hotel memastikan seluruh perizinan kembang api telah dikantongi dari kepolisian, sehingga acara berlangsung aman dan tertib.
Dalam kalender Tionghoa, tahun 2026 merupakan Tahun Kuda Api yang melambangkan energi, keberanian, dan optimisme. Filosofi ini dinilai sejalan dengan semangat masyarakat Balikpapan yang terus bergerak di tengah pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur.
Pada malam perayaan, tingkat okupansi hotel tercatat cukup tinggi. Perayaan Imlek 2026 ini pun menjadi ruang kebersamaan lintas budaya yang hangat, sekaligus mempertegas peran hotel sebagai destinasi perayaan bagi warga Kota Balikpapan. (*)
Editor : Ismet Rifani