Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Konflik Memanas, Iran Resmi Boikot Piala Dunia 2026

A
Penulis: Ari Arief❯

ABSEN: Perang jadi alasan Iran untuk absen pada Piala Dunia 2026.
ABSEN: Perang jadi alasan Iran untuk absen pada Piala Dunia 2026.


Advertisement

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Eskalasi konflik di Timur Tengah berimbas langsung pada panggung sepak bola dunia.

Iran secara mengejutkan menyatakan mundur dari putaran final Piala Dunia 2026.

Keputusan ini diambil sebagai bentuk protes dan dampak langsung dari perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Advertisement

Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, menegaskan bahwa negara tersebut tidak mungkin ikut serta dalam ajang yang salah satu tuan rumahnya adalah Amerika Serikat.

Keputusan ini menyusul tewasnya pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei, yang memicu kemarahan besar di Teheran.

"Mengingat rezim ini telah membunuh pemimpin kami, mustahil bagi kami untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia dalam kondisi apa pun," tegas Donyamali sebagaimana dikutip dari Sky Sports, Kamis (12/3).

Mundurnya Team Melli (julukan Timnas Iran) menambah daftar panjang negara yang pernah memboikot gelaran empat tahunan milik FIFA tersebut.

Sejak awal, posisi Iran di turnamen ini memang sudah menuai polemik seiring kian memanasnya hubungan diplomatik kedua negara.

Jejak Boikot dalam Sejarah Piala Dunia

Langkah Iran ini seolah mengulang sejarah kelam politik yang masuk ke lapangan hijau.

Berdasarkan catatan sejarah, Iran menjadi kasus terbaru dari serangkaian aksi boikot yang pernah terjadi.

Uruguay (1934) sebagai juara bertahan edisi perdana, Uruguay menolak tampil di Italia.

Hal ini dilakukan sebagai aksi balasan karena minimnya partisipasi negara Eropa saat Uruguay menjadi tuan rumah pada 1930.

Negara-negara Britania Raya (1934) seperti Inggris, Wales, Skotlandia, dan Irlandia sempat menolak bergabung karena perselisihan dengan FIFA terkait status profesionalisme dan rasa gengsi atas kompetisi domestik mereka.

Argentina (1938)  Tim Tango memutuskan absen di Prancis sebagai bentuk protes karena merasa lebih berhak menjadi tuan rumah dibandingkan negara Eropa.

Blok Afrika (1966) secara massal, negara-negara Afrika melakukan boikot terhadap Piala Dunia di Inggris karena menuntut jatah kuota yang lebih adil bagi benua mereka.

Uni Soviet (1974) menolak bertanding di Chile sebagai bentuk protes terhadap kudeta militer pimpinan August Pinochet yang menggulingkan Presiden Salvador Allende yang berhaluan sosialis.

Kini, faktor keamanan dan duka nasional akibat gugurnya pemimpin tertinggi menjadi alasan kuat Teheran menarik diri.

Hingga saat ini, perang masih terus berlanjut, dan dunia olahraga kembali harus menelan pil pahit akibat retaknya perdamaian global.(*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

AS Siapkan 3 Kapal Induk di Timur Tengah, Trump Buka Opsi Serangan Baru ke Iran

AS Siapkan 3 Kapal Induk di Timur Tengah, Trump Buka Opsi Serangan Baru ke Iran

Tuduh Iran terlibat insiden FlyDubai, AS pengerahkan 9.000 personel dan kapal perang ke Timur Tengah. Trump gertak bakal hantam keras.

AS-Iran Makin Membara, Amunisi Washington Dilaporkan Menipis

AS-Iran Makin Membara, Amunisi Washington Dilaporkan Menipis

Aksi saling serang AS-Iran memanas selama 9 hari. Teheran siap perang terbuka, sementara Washington terancam krisis pasokan amunisi.

Pemain Spanyol Sumbangkan Bonus Juara Piala Dunia kepada Staf RFEF

Pemain Spanyol Sumbangkan Bonus Juara Piala Dunia kepada Staf RFEF

Salah seorang pemain Spanyol memilih memberikan bonus juara Piala Dunia 2026 kepada staf RFEF sebagai bentuk penghargaan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer