Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ayah yang Belajar Ulang Menjadi Ayah

N
Penulis: Nasya Rahaya❯
PENYESUAIAN: Ketika banyak orang mengartikan peran ayah lewat angka dan pencapaian, Eta memilih melihatnya lewat hal kecil yang tak kasat mata. Yakni ketulusan, kerja diam-diam dan cinta tanpa pamrih.
PENYESUAIAN: Ketika banyak orang mengartikan peran ayah lewat angka dan pencapaian, Eta memilih melihatnya lewat hal kecil yang tak kasat mata. Yakni ketulusan, kerja diam-diam dan cinta tanpa pamrih.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Di mata Permata S Rahayu, sang ayah bukan figur sempurna. Tapi justru di ketidaksempurnaan itu, ia belajar tentang kasih, tanggung jawab, dan kejujuran menjadi manusia.


Advertisement

Menurut perempuan yang karib disapa Eta, sosok ayah bukan hanya pelindung keluarga. Ayahnya juga manusia yang terus belajar, termasuk memahami anak-anaknya. Di usianya yang kini 67 tahun, sang ayah, Wasito, masih memberi pelajaran hidup sederhana lewat ketulusan dan cara mencintai yang tidak banyak kata.

“Sebelum mulai, aku disclaimer dulu, ini pandangan anak bungsu perempuan ya. Menurutku, ayah yang ideal itu harus bisa mengikuti perkembangan zaman, terutama dalam memahami mood dan emosi anak perempuannya,” jelasnya.

Di sisi lain, Eta juga menyadari generasinya tumbuh dalam dunia yang berbeda dengan ayahnya. “Jadi tentu aja beliau enggak sepenuhnya ideal buat aku. Tapi aku paham, karena Bapak datang dari zaman yang beda, yang literasinya enggak seluas sekarang,” katanya.

Advertisement

Alih-alih menuntut, Eta memilih menyesuaikan diri. Ia belajar mengomunikasikan perasaannya dengan cara yang lebih terbuka. “Sekarang ekspektasiku sudah terpenuhi banget, karena aku sering kasih tahu apa yang aku mau, apa yang aku rasakan,” ujarnya.

Ada perubahan nyata yang ia rasakan. “Dulu kalau marah, bapak selalu silent treatment. Sekarang dia sudah bisa jelasin, kenapa dia marah, salahku di mana. Itu perkembangan besar buatku,” tuturnya.

Lebih dari sekadar perubahan cara berkomunikasi, Eta melihat ayahnya sebagai sosok yang jujur dan autentik. “Bapakku tuh serba lucu, komedi dan original aja sebagai manusia. Dia enggak pernah pura-pura baik. Kalau kesal ya bilang, kalau marah ya marah,” katanya.

Advertisement

Namun di balik sikap lugas itu, tersimpan kelembutan yang jarang disadari orang. Eta menyebut, Wasito tak pernah malu mengerjakan pekerjaan rumah tangga. “Bapak enggak pernah komplen kalau aku lagi males atau sibuk. Bahkan sering bantu cuci piring, padahal enggak nyuruh siapa pun,” ucapnya.

Ia lalu terdiam sejenak, mengingat satu momen kecil tapi berkesan. “Aku pernah nangis capek karena kerjaan, dan bapak cuma bilang: kalau kamu yang ambil kerjaannya di awal, enggak ada pilihan. Satu-satunya hal yang bisa kamu lakukan ya selesaikan,” kenangnya.

Nasihat sederhana itu menempel kuat di kepala Eta. Baginya, pesan itu adalah bentuk lain dari tanggung jawab. “Bapak enggak pernah minta balas budi atau uang dari anak-anaknya. Dia enggak pernah melihat kami sebagai investasi. Dia cuma minta kami tanggung jawab sama pilihan hidup kami sendiri,” katanya.

Kini, ketika banyak orang mengartikan peran ayah lewat angka dan pencapaian, Eta memilih melihatnya lewat hal-hal kecil yang tak kasat mata, yakni, ketulusan, kerja diam-diam, dan cinta tanpa pamrih.

“Bapak mungkin bukan ayah yang sempurna.Tapi dari dia aku belajar jadi manusia yang lebih jujur, lebih sabar, dan tetap bertanggung jawab, sekecil apa pun halnya,” pungkasnya. (*)

Advertisement
Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Soroti Dampak Penggeledahan Ponpes, Pemprov Jateng Jamin Pendampingan Psikologis dan Pendidikan Anak

Soroti Dampak Penggeledahan Ponpes, Pemprov Jateng Jamin Pendampingan Psikologis dan Pendidikan Anak

Gub Jateng Ahmad Luthfi terjunkan tim khusus pulihkan psikologis santriwati terdampak penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran Sukoharjo.

Waspada Musim Pancaroba, Tips Dokter Spesialis Anak Jaga Kesehatan Si Kecil

Waspada Musim Pancaroba, Tips Dokter Spesialis Anak Jaga Kesehatan Si Kecil

Musim pancaroba rawan penyakit anak. Waspadai ISPA, Flu A, & DBD. Terapkan 3M Plus, cuci tangan, jaga nutrisi, & lengkapi imunisasi anak.

Unras, Polisi Amankan 19 Demonstran, Termasuk Anak di Bawah Umur

Unras, Polisi Amankan 19 Demonstran, Termasuk Anak di Bawah Umur

Polda Metro Jaya amankan 19 orang pascademo, termasuk 1 anak di bawah umur. Polisi menyita sajam, petasan, dan cat untuk vandalisme.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer