Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dana TKD Dipangkas Rp6,3 Triliun, Pembahasan APBD Kaltim 2026 Terhambat

B
Penulis: Bayu Rolles❯

Anggota Banggar DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi. (Bayu/KP)
Anggota Banggar DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi. (Bayu/KP)


Advertisement

KALTIMPOST.ID, Pembahasan APBD Kaltim 2026 menemui jalan buntu. Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) belum menemukan kata mufakat soal postur belanja pembangunan tahun depan.

Pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD) yang menghantui tubuh APBD tahun depan jadi penyebab. Selepas anggaran tahun depan melorot jadi Rp15 triliun, dari yang semula dipatok sekitar Rp21,3 triliun dalam Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Penggunaan Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

Kaltim dipastikan kehilangan Rp6 triliun tahun depan karena satu keputusan pusat. Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim sekaligus anggota Banggar, M Darlis Pattalongi, menyebut alotnya pembahasan lantaran Pemprov menghembuskan angin surga lewat lobi politik ke Kementerian Keuangan.

“Pemotongan sudah pasti, jadi harus ditunda dulu,” ucapnya, Kamis, 20 November 2025. Semula, banggar berharap ada hasil dari lobi tersebut dengan menyusutnya skala pemangkasan. Tapi nyatanya, tak ada perubahan berarti. “Rp6,3 triliun terpotongnya. Tentu kami sangat tidak siap,” tukasnya.

Meski rapat maraton selama tiga hari dijalankan, sepanjang 17-19 November 2025. Perubahan angka pasca pemotongan itu terlalu besar untuk mengevaluasi serta mengeser semua rencana yang sudah disusun dalam KUA-PPAS. “Pembahasannya tentu tak bisa singkat. Perlu waktu mendalami,” lanjut Politikus Partai Amanat Nasional itu.

Advertisement

Pembahasan memang tersendat tanpa kesepakatan. Tapi Darlis menggaransi, pembahasan tak terhenti. Kedua pihak, eksekutif dan legislatif kini sama-sama berbenah lewat rapat di internal masing-masing institusi, sebelum nantinya kembali duduk bersama di satu meja. “Bakal ada pembahasan ulang dengan persiapan yang lebih matang,” ucapnya.

Darlis juga mengingatkan, perubahan postur anggaran dengan nominal sebesar itu bakal menyentuh banyak program daerah. Dan tantangan terbesar yang perlu dihadapi, memastikan publik tetap merasakan pembangunan meski ikat pinggang anggaran dikencangkan. “Termasuk Gratispol, program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur. Bukan tak mungkin program itu turut terdampak,” katanya. (*/riz)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

APBD-P Kukar 2026 Disahkan, Belanja Operasional Dipangkas Rp 313,02 Miliar   

APBD-P Kukar 2026 Disahkan, Belanja Operasional Dipangkas Rp 313,02 Miliar  

DPRD Kukar mengambil langkah tegas dalam merumuskan arah kebijakan fiskal daerah.

Banggar DPRD Mahulu Soroti Anggaran Rp135 M Perjalanan Dinas, Dorong Pembangunan Jalan Long Apari

Banggar DPRD Mahulu Soroti Anggaran Rp135 M Perjalanan Dinas, Dorong Pembangunan Jalan Long Apari

Banggar DPRD Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) memberikan sejumlah catatan terhadap rancangan KUA-PPAS APBD 2027.

Pemkab Serahkan KUA-PPAS, APBD Paser 2027 Dirancang Rp 3,121 Triliun

Pemkab Serahkan KUA-PPAS, APBD Paser 2027 Dirancang Rp 3,121 Triliun

Paser melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) resmi menyerahkan dokumen KUA-PPAS 2027 kepada Badan Anggaran (Banggar) DPRD Paser.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer