Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Evaluasi Program MBG, UMKT Soroti Pengolahan, Pengemasan hingga Distribusi Makanan

A
Penulis: Ainur Rofiah❯
SPPG
SPPG

Advertisement

KALTIMPOST.ID-Pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) dinilai membutuhkan evaluasi menyeluruh ketika muncul kasus gangguan kesehatan.

Pemeriksaan tidak cukup hanya menyasar kualitas bahan makanan, tetapi perlu mencakup proses pengolahan, pengemasan, distribusi, hingga kondisi penerima makanan.

Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) Sri Sunarti mengatakan, setiap gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan perlu ditindaklanjuti melalui pelaporan dan penyelidikan epidemiologi.

Advertisement

Langkah tersebut diperlukan untuk mengetahui penyebab kejadian secara lebih akurat, termasuk melalui pengambilan sampel dan pemeriksaan terhadap makanan maupun faktor lain yang berpotensi memengaruhi.

“Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan MBG, mulai dari kualitas bahan makanan, proses pengolahan, pengemasan, sampai distribusi makanan ke sekolah,” kata Sri, Minggu (16/8).

Advertisement

Menurut dia, pengelolaan bahan baku menjadi salah satu titik yang perlu diawasi. Bahan makanan yang terlalu lama berada di luar tempat penyimpanan beku sebelum diolah berpotensi mengalami penurunan kualitas.

Kapasitas produksi satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) juga harus menjadi perhatian.

Satu SPPG dapat memproduksi sedikitnya 750 porsi atau lebih sehingga penerapan standar keamanan pangan dan pengawasan perlu dilakukan secara optimal.

Sri juga mendorong peningkatan sertifikasi SPPG. Pemenuhan sertifikasi dinilai penting untuk memastikan standar administrasi dan operasional diterapkan pada setiap unit penyedia makanan.

“Kalau sertifikat ini bisa sampai 100 persen itu lebih bagus lagi. Berarti semua yang ada di SPPG maksimal setara administrasi,” ujarnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sudah Lama jadi Perhatian, Bapenda PPU Siapkan Perbup Relaksasi PBB-P2 untuk Masyarakat Kurang Mampu

Sudah Lama jadi Perhatian, Bapenda PPU Siapkan Perbup Relaksasi PBB-P2 untuk Masyarakat Kurang Mampu

Bapenda PPU menyiapkan Perbup relaksasi PBB-P2 untuk bantu warga kurang mampu agar beban pajak lebih ringan dan optimal.

Pupuk Subsidi Dijual Mahal di PPU, Pemkab Lakukan Sidak

Pupuk Subsidi Dijual Mahal di PPU, Pemkab Lakukan Sidak

Pemkab PPU temukan penjualan pupuk bersubsidi melebihi HET di Kecamatan Sepaku dan Waru. Simak rincian temuan hasil sidak di lapangan.

LAPSUS: APBD Perubahan 2026 Belum Cair, KONI PPU Siapkan Dana Talangan untuk Atlet Porprov Kaltim

LAPSUS: APBD Perubahan 2026 Belum Cair, KONI PPU Siapkan Dana Talangan untuk Atlet Porprov Kaltim

KONI PPU siapkan dana talangan untuk Porprov Kaltim 2026 karena APBD Perubahan belum cair. Transportasi atlet masih dalam pembahasan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer