Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

IDAI Kaltim Ingatkan Bahaya Kabut Asap bagi Tumbuh Kembang Anak

Raden Roro Mira Budi Asih
ANAK: Paparan asap karhutla paling rentan pada usia 0-5 tahun. Anak yang sakit dan terinfeksi, berpotensi alami gangguan tumbuh kembang dan berisiko hingga dewasa.
ANAK: Paparan asap karhutla paling rentan pada usia 0-5 tahun. Anak yang sakit dan terinfeksi, berpotensi alami gangguan tumbuh kembang dan berisiko hingga dewasa.

Advertisement

KALTIMPOST.ID - Ketika anak terserang penyakit di tengah kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang terancam bukan hanya kesehatan pernapasannya. Jika sakit berlangsung lama, kesempatan anak untuk mendapatkan stimulasi sesuai tahapan usianya juga bisa terganggu.

Hal itu dijelaskan Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kaltim dr Diane Meytha Supit SpA (K) Subsp Tumbuh Kembang Pediatri Sosial. Menurutnya, anak yang sering mengalami infeksi berisiko kehilangan kesempatan untuk menjalani stimulasi perkembangan secara optimal.

Ini menjadi perhatian khusus pada anak usia dini, ketika berbagai kemampuan dasar sedang berkembang pesat. Salah satunya keterampilan motorik, seperti belajar merangkak pada usia bayi.

Advertisement

“Jadi kalau misalnya anak sering infeksi artinya sering sakit, sering batuk dan lain-lain, tentunya dia akan terganggu stimulasinya, stimulasi untuk perkembangannya,” beber Diane saat ditemui di Poli Tumbuh Kembang Anak, Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (RSUD AWS) Samarinda, Kamis (22/10).

Dia mencontohkan, bayi yang seharusnya mendapatkan stimulasi untuk belajar merangkak pada usia delapan hingga sembilan bulan bisa kehilangan kesempatan tersebut ketika jatuh sakit. Apalagi jika kondisinya berat sampai membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Advertisement

Anak yang harus menjalani perawatan dan beristirahat dalam waktu lama tentu memiliki kesempatan lebih terbatas untuk melakukan aktivitas yang mendukung perkembangannya. Stimulasi baru bisa dilanjutkan secara optimal setelah kondisi kesehatannya membaik.

“Jadi kalau dia lama sakit, kemungkinan akan banyak perkembangan-perkembangan yang akan terlewatkan. Yang tidak terstimulasi dengan baik,” ujarnya. Meski demikian, keterlambatan tidak berarti kemampuan anak tidak bisa dikejar. Diane menyebut, anak tetap berpeluang mengejar perkembangan yang tertinggal, tetapi mungkin membutuhkan waktu lebih panjang dan stimulasi tambahan.

"Jadi sebenarnya itu bisa dikejar. Tapi memang kan akhirnya dia memang lebih lambat dibanding dengan teman-teman seusianya,” papar Diane. Dalam tumbuh kembang anak, terdapat empat aspek perkembangan yang perlu diperhatikan, yakni motorik kasar, motorik halus, bicara dan bahasa, serta personal sosial.

Gangguan kesehatan yang berkepanjangan dapat membuat stimulasi pada aspek-aspek tersebut tidak berjalan sesuai kebutuhan usia anak. Diane mengingatkan, kondisi kesehatan dan stimulasi perlu berjalan beriringan agar anak dapat berkembang secara optimal.

Ketika anak sakit, penanganan yang tepat diperlukan agar masa pemulihan tidak berlangsung lebih lama dari yang seharusnya. Karena itu, orang tua perlu memperhatikan keluhan pernapasan yang muncul selama kabut asap. Batuk dan pilek yang tak kunjung membaik sebaiknya diperiksakan ke dokter, terutama jika disertai gejala lain yang mengarah pada gangguan pernapasan lebih berat.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Akses Wisata Penanjakan Bromo Dibuka Kembali Secara Penuh usai Karhutla

Akses Wisata Penanjakan Bromo Dibuka Kembali Secara Penuh usai Karhutla

Akses wisata Penanjakan Bromo kembali dibuka penuh usai api dipastikan padam. Cek aturan terbaru dan kuota

Kabut Asap Karhutla Selimuti Kaltim, BMKG Deteksi 810 Titik Panas

Kabut Asap Karhutla Selimuti Kaltim, BMKG Deteksi 810 Titik Panas

Kabut asap karhutla selimuti Kalimantan Timur. BMKG deteksi 810 titik panas, kualitas udara Balikpapan masuk kategori tidak sehat.

Jangan Sampai Hilang! Karhutla Ancam Harta Karun Prasejarah RI Berusia 51.200 Tahun

Jangan Sampai Hilang! Karhutla Ancam Harta Karun Prasejarah RI Berusia 51.200 Tahun

Lukisan gua berusia 51.200 tahun di Maros-Pangkep terancam karhutla. Arkeolog mengungkap bahaya panas dan jelaga bagi warisan prasejarah ini

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer