Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

ISPU Samarinda Tembus di Atas 300, IDAI Kaltim Dukung PJJ Saat Udara Berbahaya

Raden Roro Mira Budi Asih
REKOMENDASI: IDAI Kaltim merekomendasikan PJJ diterapkan saat ISPU mencapai lebih dari 300 atau berbahaya.
REKOMENDASI: IDAI Kaltim merekomendasikan PJJ diterapkan saat ISPU mencapai lebih dari 300 atau berbahaya.

Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Angka pencemaran udara yang menembus kategori berbahaya menjadi alasan kuat untuk membatasi aktivitas anak di luar ruangan. Kondisi itu menguatkan pentingnya langkah perlindungan bagi anak, termasuk penyesuaian kegiatan belajar di sekolah.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kaltim dr Diane Meytha Supit SpA (K) Subsp Tumbuh Kembang Pediatri Sosial menyatakan, IDAI merekomendasikan pembelajaran jarak jauh (PJJ) ketika kualitas udara berada pada kondisi berbahaya.

“Ya, kalau kami sih dari IDAI merekomendasikan. Kalau misalnya memang dia di kondisi yang berbahaya tentunya disarankan untuk PJJ,” ujarnya. Disampaikan Diane, pelaksanaan PJJ bukan berarti kegiatan pendidikan dihentikan. Proses belajar tetap berjalan, tetapi anak tidak harus datang ke sekolah dan terpapar udara luar yang tercemar.

Dia menilai penerapan kebijakan perlu menyesuaikan kondisi kualitas udara. Ketika indeks menunjukkan kondisi berbahaya, PJJ menjadi pilihan yang disarankan. Sementara saat kualitas udara membaik, sekolah dapat mempertimbangkan pembelajaran tatap muka atau kombinasi keduanya berdasarkan hasil pemantauan.

“Jadi bisa kombinasi tergantung dari pantauan indeks itu tadi standar pencemaran udara kan,” jelasnya. Selain penyesuaian kegiatan sekolah, perlindungan juga perlu dilakukan di lingkungan rumah. Diane menyarankan orangtua mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menjaga agar asap tidak mudah masuk ke dalam rumah.

Advertisement

“Jadi kalau misalnya memang seperti sekarang ini asap ya. Karena yang kita lihat kemarin itu laporan dari Dinas Lingkungan Hidup ya kemarin itu Samarinda itu ada di lebih dari 300. Jadi sangat berbahaya,” ungkapnya.

Jika memungkinkan, pintu dan jendela rumah sebaiknya ditutup saat udara luar tercemar. Penggunaan air purifier juga dapat dipertimbangkan untuk membantu menjaga kualitas udara dalam ruangan.

Bagi keluarga yang terpaksa membawa anak keluar rumah, penggunaan masker dapat membantu mengurangi paparan partikel. Namun, langkah tersebut tetap perlu disertai upaya membatasi waktu di luar ruangan. “Dan memang untuk pencegahannya tentunya kalau bisa ya, kalau memang masih bisa tinggal di rumah sebaiknya tinggal di rumah,” pesannya.

Diane mengingatkan bahwa perlindungan tidak hanya diperlukan anak-anak, tetapi juga orang dewasa dan kelompok lanjut usia. Masyarakat perlu memantau perkembangan kualitas udara sebelum menentukan aktivitas di luar rumah.

Sebagai catatan, ISPU Samarinda sebelumnya pernah mencapai 357 pada 17 September 2026. Angka tersebut menunjukkan bahwa kondisi pencemaran udara di Kota Tepian juga pernah berada pada tingkat yang lebih tinggi, sehingga pemantauan dan langkah perlindungan perlu terus dilakukan selama kabut asap masih mengganggu. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kabut Asap Karhutla Selimuti Kaltim, BMKG Deteksi 810 Titik Panas

Kabut Asap Karhutla Selimuti Kaltim, BMKG Deteksi 810 Titik Panas

Kabut asap karhutla selimuti Kalimantan Timur. BMKG deteksi 810 titik panas, kualitas udara Balikpapan masuk kategori tidak sehat.

Miris, Kabut Asap Pekat Selimuti Sejumlah Kawasan di Kutai barat, Jarak Pandang di Bawah 100 Meter

Miris, Kabut Asap Pekat Selimuti Sejumlah Kawasan di Kutai barat, Jarak Pandang di Bawah 100 Meter

Kondisi kualitas udara yang buruk di Kutai Barat membuat banyak aktivitas terdampak, terlebih di kawasan Barong Tongkok, Kutai Barat.

Kasus ISPA Melonjak Tajam Akibat Kabut Asap, Dinkes Balikpapan Akui Stok Masker Mulai Menipis

Kasus ISPA Melonjak Tajam Akibat Kabut Asap, Dinkes Balikpapan Akui Stok Masker Mulai Menipis

Stok masker di Dinkes Balikpapan mulai menipis akibat lonjakan kasus ISPA dampak kabut asap. Pemerintah gandeng CSR perusahaan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer