Pemadaman Listrik Bergilir Berlarut-larut, Puluhan Mahasiswa HMI Samarinda Demo PLN


KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Samarinda selama kurang lebih empat bulan membuat masyarakat semakin resah. Dampaknya tidak hanya dirasakan rumah tangga, tetapi juga pelaku usaha, tempat ibadah, hingga dunia pendidikan.
Kondisi tersebut mendorong puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Samarinda menggelar demonstrasi di kantor PLN UP3 Samarinda, Jalan Gajah Mada, Samarinda Ulu, Kamis (29/10) sore.
Dalam aksi itu, mahasiswa menyampaikan tiga tuntutan. Mereka meminta PLN menjelaskan penyebab pemadaman bergilir yang terus terjadi, berkomitmen menghentikan pemadaman, serta memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak.
Baca Juga: Kasus Pembunuhan Berencana Mutilasi Sempaja: Jakpar dan Rusmini Resmi Dituntut Hukuman Mati
Perwakilan massa aksi HMI Samarinda, Muhammad Shefa mengatakan, persoalan listrik di Samarinda sudah berlangsung sekitar empat bulan. Namun, hingga kini masyarakat belum mendapatkan kepastian kapan gangguan tersebut benar-benar berakhir.
"Kami meminta penjelasan langsung dari Manager PLN UP3 Samarinda atas permasalahan yang terjadi. Kami juga meminta komitmen PLN untuk bisa menghentikan pemadaman bergilir," kata Shefa dalam aksi tersebut. Menurutnya, pemadaman listrik yang berulang telah mengganggu berbagai aktivitas masyarakat. Mulai dari kegiatan ekonomi, urusan rumah tangga, pelayanan publik, hingga kegiatan pendidikan.
Shefa mencontohkan dampak pemadaman yang dirasakan salah satu tempat ibadah di kawasan Jalan Damanhuri. Berdasarkan informasi yang diterima mahasiswa dari pengelola masjid, genset yang biasa digunakan untuk membantu kebutuhan listrik di tempat tersebut sudah mengalami kerusakan.
Baca Juga: Tiga Tower PLN Roboh, Berau Kekurangan Pasokan Listrik 13 MW, Pemulihan Ditargetkan Sepekan
"Padahal, itu tempat ibadah. Kemudian, UMKM juga terdampak kerugian. Banyak bahan makanan yang disimpan di dalam kulkas menjadi rusak akibat pemadaman listrik," ujarnya. Dampak serupa juga dirasakan kalangan mahasiswa. Shefa menyebut sejumlah kegiatan perkuliahan terpaksa dibatalkan karena listrik padam. Kondisi ini dinilai menghambat proses belajar-mengajar dan aktivitas akademik.
Selain meminta pemadaman bergilir dihentikan, HMI juga menyoroti hak pelanggan untuk mendapatkan kompensasi. Mereka meminta PLN memberikan kejelasan mengenai bentuk ganti rugi bagi pelanggan yang selama ini mengalami gangguan pasokan listrik. "Kami meminta adanya bentuk kompensasi kepada pelanggan PLN, khususnya mereka yang menggunakan sistem tagihan bulanan," tegasnya. (riz)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




