Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Dipenuhi Wisatawan, Pengelola Pantai Manggar Balikpapan Tambah Fasilitas

Muhammad Ridhuan • Minggu, 14 April 2024 | 08:30 WIB
MASIH PRIMADONA: Suasana Pantai Segara Sari Manggar di H+3 Idulfitri yang dipenuhi wisatawan asal Balikpapan maupun berbagai kota sekitar.
MASIH PRIMADONA: Suasana Pantai Segara Sari Manggar di H+3 Idulfitri yang dipenuhi wisatawan asal Balikpapan maupun berbagai kota sekitar.

BALIKPAPAN-Kepala UPTD Pantai Wisata Segara Sari Manggar Yusdi Linting menjelaskan, selama dua hari Idulftri, sudah tercatat 10 ribu wisatawan mengunjungi Pantai Manggar. Angka itu akan semakin meningkat hingga puncak kunjungan pada Sabtu dan Minggu (13-14/4).

Angka sementara ini, kata dia, diharapkan bisa melebihi jumlah kunjungan pada Idulfitri tahun-tahun sebelumnya. “Kalau target, kami punya target tahunan dengan PAD (pendapatan asli daerah) untuk Pantai Manggar tahun ini Rp 6,5 miliar. Di mana kami pada punya target Rp 4,2 miliar dan terealisasi Rp 5,4 miliar,” ucapnya.

Peningkatan target ini juga berkaitan dengan penerapan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2023 tentang Pajak dan Retribusi Daerah. Perda itu mengatur tarif baru tiket masuk Pantai Manggar. Dengan rincian, masing-masing terjadi kenaikan Rp 5 ribu untuk pengunjung orang, baik anak-anak maupun dewasa.

“Kalau sebelumnya anak-anak Rp 5 ribu, sekarang Rp 10 ribu. Itu untuk weekday. Kalau weekend jadi Rp 15 ribu. Untuk dewasa jika sebelumnya Rp 10 ribu sekarang Rp 15 ribu untuk weekday. Kalau weekend Rp 20 ribu. Belum termasuk kendaraan. Motor Rp 5 ribu, roda empat Rp 15 ribu, dan roda 6 Rp 30 ribu,” beber Yusdi.

Dengan tarif baru tersebut, pengelola disebutnya sudah meningkatkan sejumlah fasilitas. Mulai digratiskan pelayanan publik seperti toilet atau kamar mandi. Kemudian ditambahkannya arena bermain anak. Untuk memecah konsentrasi kepadatan antara pengunjung di pantai dan di darat.

“Kami juga saat ini memiliki bangunan pemecah ombak. Tidak hanya untuk mengantisipasi abrasi, juga jadi lokasi pengunjung untuk melihat pemandangan laut secara lebih terbuka,” ujarnya.

Adapun kendala yang dihadapi pengelola selama puncak kunjungan adalah ketersediaan air bersih untuk keperluan kamar mandi pengunjung. Disebut Yusdi, terutama saat musim libur Lebaran, pemakaian terhadap air bersih meningkat drastis. Sementara pasokan yang tersedia dari PDAM dan air sumur cenderung terbatas. Jika darurat, pihaknya terpaksa meminta bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan untuk penyediaan air bersih.

“Makanya kami terus mengingatkan pengunjung untuk bijak menggunakan air. Terus kami umumkan lewat pengeras suara. Petugas sering turun langsung mengawasi kamar mandi. Termasuk saya yang sering mematikan keran yang ditinggalkan terbuka setelah ditinggalkan pengunjung,” bebernya.

Adapun soal polemik harga makanan di Pantai Manggar yang sempat viral beberapa waktu lalu, Yusdi juga berusaha menanganinya. Kata dia, yang secara langsung mendapat pengakuan dari pedagang apa yang dituduhkan pengunjung melalui media sosial tidak sepenuhnya benar. Tetapi dirinya belum bisa mengambil kesimpulan karena tidak berhasil memediasi kedua belah pihak secara langsung.

“Dari kejadian tersebut, kami sudah memberikan imbauan kepada pedagang untuk memasang harga makanan. Itu sebagian besar sudah dilakukan pedagang. Di sisi lain, kami juga mengimbau pengunjung untuk bertanya lebih dulu soal harga,” ungkapnya.

Soal kuliner, Yusdi mengaku sejauh ini dari sisi harga sudah cukup terjangkau. Pilihannya pun beragam. Terkini dirinya mengajak banyak pelaku usaha di sekitar untuk menyediakan makanan kekinian. Untuk menambah kelengkapan fasilitas, pengelola juga menyiapkan vila ke pengunjung yang ingin menginap.

“Ke depan kami juga akan menyiapkan mobil wisata. Jadi dari pantai, pengunjung bisa berkeliling ke destinasi wisata lain di Manggar khususnya yang dikelola masyarakat,” ujarnya. (rdh/rom)

Editor : Romdani.