Bayan Run 2024 berhasil memuaskan dahaga pelari dari berbagai kalangan. Tak hanya bagi pemula dan anak-anak, tetapi juga profesional.
KALTIMPOST.ID, MEMASUKI tahun ketiga, Bayan Run 2024 terus mencuri perhatian pelari dari berbagai daerah. Membuat event berskala nasional itu diramaikan pelari luar kota, bahkan atlet lari yang baru saja berlaga di PON XXI/2024 Aceh dan Sumatera. Mereka membaur menikmati Bayan Run 2024.
Tahun ini, gebrakan baru yang digelar panitia Bayan Run 2024 membuat antusiasme peserta begitu tinggi. Sehingga bukan hanya mencetak jumlah pelari lebih banyak dari tahun lalu. Terobosan itu ialah 21K atau half marathon, yang baru pertama digelar di Kaltim. Tak ayal, para pelari profesional kian tertantang dengan jarak yang lebih jauh ini. Termasuk para atlet lari dari seluruh Indonesia.
Kategori itu kemudian memunculkan Nefriana Ariance Daik sebagai pelari tercepat dengan catatan waktu 95 menit di kategori putri. Pelari asal Samarinda ini, secara khusus datang ke Balikpapan untuk mengikuti Bayan Run 2024. Beruntung, ia sukses membawa pulang hadiah juara pertama pada keikutsertaannya yang kedua ini.
Tentu bukan suatu kebetulan. Mengingat, pelari 21 tahun ini merupakan atlet peraih medali pada PON XXI/2024 Aceh dan Sumut. Ya, Nefriana sukses meraih dua medali pada PON pertamanya September lalu. Yakni medali perak di nomor 3.000 meter steeplechase putri, dan medali perunggu kategori 10.000 meter putri. Dengan capaian itu, ditambah latihan rutin setiap pagi dan sore hari, bukan hal sulit baginya merebut gelar juara.
Terlebih, dirinya juga meraih juara pertama kategori 10K umum putri pada Bayan Run tahun lalu. Meski meraih juara pertama, ia mengaku bukan hal mudah mencapai itu. Banyak perjuangan yang sudah dilakukan, dengan latihan keras setiap harinya. Dia juga berpesan bagi pelari pemula, untuk tidak bermalas-malasan, dan menikmati proses yang ada.
“Ada waktunya juga kita juara. Saya juga awalnya malas latihan, tapi ya nikmati saja. Semua ada waktunya,” kata perempuan yang sudah 5 tahun menekuni olahraga lari ini. Di kategori putra, pelari tercepat 21K direbut Syamsuddin Massa yang datang dari Makassar, Sulawesi Selatan. Meski finis sebagai pertama, membuatnya sedikit tidak puas. Pasalnya, catatan waktu 1 jam 15 menit belum jadi yang terbaik baginya.
Di tahun keduanya meramaikan Bayan Run, Syamsuddin kembali meraih gelar juara setelah tahun lalu merajai kategori 10K umum putra Bayan Run 2023. Dirinya juga selalu puas dengan persiapan matang yang dilakukan oleh pihak penyelenggara. “Pertama, saya rasa ini sudah bagus rutenya 21K. Cukup menantang juga di dekat-dekat bandara karena ada tanjakan. Tapi untuk keseluruhan sudah luar biasa,” pujinya.
Menekuni olahraga lari selama 10 tahun terakhir, banyak prestasi yang sudah dikantongi. Pria 27 tahun ini pernah merasakan atmosfer Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Teranyar, dirinya ambil bagian dalam PON Aceh-Sumut dan meraih perak di 3000 meter steeplechase putra. Kepada pelari pemula yang belum dapat juara, Syamsuddin meminta agar pelari terus semangat dan berproses. “Karena memang untuk menjadi juara butuh proses yang lama dan tidak mudah. Yang jelas tetap semangat,” ungkapnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki