KALTIMPOST.ID, Agus Salim, korban penyiraman air keras, kini hanya bisa gigit jari.
Setelah rentetan tuduhan yang Agus Salim layangkan pada Pratiwi Noviyanthi yang berujung pada pelaporan polisi hingga tak merespons ajakan untuk operasi mata, kini ia harus menghadapi kenyataan bahwa pengobatan matanya tak lagi dicover BPJS Kesehatan.
Vera, pihak BPJS Kesehatan, telah mengungkap hal tersebut saat Agus Salim datang ke rumah sakit. BPJS Kesehatan resmi menolak untuk menanggung biaya pengobatan Agus, mengingat Agus merupakan korban penganiayaan atau tindak kejahatan.
“Sesuai peraturan Perpres Nomor 59 Tahun 2024 bahwasanya hal yang tidak dijamin yaitu, penganiayaan, kecelakaan, tindakan terorisme itu tidak dijamin oleh Jaminan Kesehatan Nasional,” ucap Vera, Rabu (6/11).
Sadar kini pengobatan matanya tak dicover BPJS, Agus pun kembali memelas dan berharap pada Pratiwi Noviyanthi untuk kembali melihat keadannya.
“Pesan Agus buat teh Novi, Agus orang sakit, lihatlah keadaan Agus, tanya keadaan Agus. Agus gak mau teteh adanya di sosmed doank. Kasih tindakan buat Agus, apa yang harus dilakukan,” tutur Agus.
Agus Salim yakin bila Pratiwi Noviyanthi orang baik dan memiliki hati nurani.
“Teteh kan orang sosial punya hati nurani. Datang ke tempat Agus, teteh tau kan tempatnya,” ucap Agus.
Kini pengobatan Agus Salim pun ditanggung pribadi. Tidak ada pilihan lain karena uang donasi untuk pengobatan Agus Salim masih dikelola yayasan milik Pratiwi Noviyanthi.
Krisna Murti yang juga ikut menanggung biaya pengobatan Agus Salim menyayangkan dengan sikap Pratiwi Noviyanthi yang tidak ada pergerakan.
“Saya yang menanggung semuanya karena uang (donasi) semua ada di Novi. Harusnya begitu mendengar kabar Agus mulai bisa melihat terang sedikit, itu bisa jadi kabar b ahagia buat yayasan. Jadi yayasan bisa mempercepat pembiayaan untuk pengobatan Agus,” ujar Krisna Murti.
Menanggapi pernyataan Agus Salim, Pratiwi Noviyanthi mengungkap telah berusaha menghubungi Agus Salim lewat istrinya, Elmi. Namun, sayang komunikasi itu hanya berjalan satu arah, pihak Agus tidak merespons.
“Kita sudah berusaha bersurat ke rumahnya, malah berkali-kali menelepon tapi tidak ada respon,” beber wanita yang akrab disapa dengan Teh Novi.
Meski telah dilaporkan Agus Salim, Novi tetap menginginkan Agus Salim dapat pengobatan yang maksimal.
“Kalau urusan hukum silakan, tapi proses pengobatan biarlah tetap berjalan” ucap Novi.
Novi juga mengaku belum bisa mendatangi kediaman Agus karena tidak direspons.
“Belum ada, karena ketika kita mau ke rumah orang harus komunikasi dulu. Gak mungkin kita datang tiba-tiba, karena belum ada respon dari pihak Agus. Jadi belum berani mendatangi kediamannya,” terangnya.
Adapun Gerry selaku pengacara Novi menyebut, jadwal pengobatan untuk Agus Salim sudah ada tapi pihak Agus tidak datang.
“Sudah ada rencana tindakan pengobatan rumah sakit yang kita urus itu, mereka juga sudah pegang jadwal itu tapi mereka tidak datang atau sengaja tidak datang, makanya kita surati tapi tak juga direspon,” ungkap Gerry.
“Kita terbuka kok, tinggal respon aja,” lanjutnya.
Sebelumnya, kisruh antara Agus Salim dengan Novi dimulai ketika Novi mengendus adanya penyelewengan donasi. Agus tidak transparan dalam penggunaan uang donasi yang telah terkumpul Rp 1,5 miliar. Uang donasi yang diperuntukkan untuk pengobatan tapi malah disalahgunakan.
Hingga pada akhirnya seluruh uang donasi yang Agus terima kini telah dikembalikan ke rekening yayasan yang dikelola Novi.
Merasa nama baiknya dicemarkan, Agus pun melaporkan Novi atas tudingan pencemaran nama baik.
Novi pun kecewa dengan sikap Agus. “Tak semua orang tau cara berterima kasih dan menghargai,” tulis Novi di akun Instagram-nya.
Agus Ngaku Bisa Melihat Lagi Usai Divonis Buta Permanen
Kontroversi Agus memang begitu banyak menyita perhatian dari publik, apalagi sebelumnya Agus yang divonis buta permanen kini mengaku bisa melihat kembali meski masih samar-samar.
Hal itu terekam jelas dalam video di mana pada saat itu Agus Salim yang didampingi istri beserta keluarga dan pengacaranya mengaku bisa melihat.
“Tiba-tiba bisa melihat,” ucap Agus Salim.
“Ia tapi mata kanan aja,” ujar Elmy menimpali.
Agus pun mencoba membuktikan hal itu kepada pengacaranya, Krisna Murti.
“Ini saya buka nih,” ucap Agus sambil melepaskan kacamata dan membuka salah satu perban yang menempel di matanya.
“Kok bisa ngeliat sekarang Gus,” tanya Krisna Murti.
“Iya tiba-tiba aja ini pak,” tutur Agus lagi.
Farhat Abbas yang memang berada di situ juga ikut bersorak gembira mendengar pernyataan Agus.
“Luar biasa, Agus bisa melihat lagi ini pemirsa,” ucapnya sambil memvideokan Agus.
Agus pun membantah pernyataan dokter yang memvonis dirinya tak bisa melihat kembali.
“Nih bayangannya nih. Kan kemarin kata dokternya kan gak bisa melihat lagi, udah gak bisa nih. Kalau tangan udah bisa melihat bayangan. Coba liat tangan bapak? Ada nih putih banget bapaknya,” ujar Agus.
“Wah luar biasa nih. Ini ilmu, baru doanya aja dari Allah. Agus bisa melihat,” timpal Farhat Abbas.
Agus pun kembali dites lagi soal baju pengacaranya yang berada di sampingnya.
“Bajunya warna apa? Bajunya lihat,” tutur Farhat Abbas
“Coba bapak bisa lebih dekat? Hitam ya?” sebut Agus.
“Subhanallah Gus Gus. Uangmu hilang tapi kamu bisa melihat sekarang Gus,” ujar Farhat Abbas.
“Inilah orang yang suka mencaci maki Agus, katanya Agus gak bisa lihat. Doa mereka berbalik arah. Tapi gak tahu, apakah ini selamanya atau cuma sementara,” ujarnya.
Wawa yang berada di dekatnya seolah tak percaya dengan pernyataan Agus.
“Ya Allah, bener Gus?” ujar Wawa.
Agus pun mulai mencoba membuktikan lagi kalau matanya bisa melihat. Ia meminta uang kertas untuk mengetes penglihatannya.
“Coba ambil uang, aku bisa lihat uang kertas,” ujar Agus.
Kala diberi uang Rp 50 ribu oleh Elmy, Agus mulai meraba-raba sambil melihat dengan saksama.
“Ini uang Rp 20 ribu ya? Eh Rp 50 ribu,” celetuknya sambil kembali membolak-balikkan uang kertas yang berada di tangannya.
Editor : Hernawati