Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pesawat Tempur Rafale Per Jam Terbang Keluarkan Ongkos Rp 234,3 Juta, Dilengkapi Teknologi Siluman Virtual

Uways Alqadrie • Minggu, 2 Februari 2025 | 07:52 WIB
Infografis Istimewa
Infografis Istimewa

KALTIMPOST.ID, Ketika menjabat Menteri Pertahanan RI, Presiden Prabowo Subianto telah merampungkan pembelian 42 unit pesawat tempur Rafale dari Prancis. Secara bertahap pesawat tersebut mulai berdatangan, memperkuat pertahanan udara Indonesia. 

Rafale merupakan pesawat tempur dengan mesin jet kembar yang dapat beroperasi dari kapal induk dan pangkalan di pantai.

Rafale diklaim sebagai jet tempur serbaguna yang mampu melakukan semua misi penerbangan tempur, mulai dari superioritas udara dan pertahanan udara, dukungan udara jarak dekat, serangan in-depth, pengintaian, serangan anti-kapal, dan pencegahan nuklir.

Di Prancis, Rafale memasuki armada militer Angkutan Laut Prancis pada 2004 dan Angkatan Udara pada 2006. Jet tempur ini memiliki bentang sayap 10,90 meter dengan panjang 15,30 meter, dan tinggi 5,30 meter.

Dassault Rafale dibekali desain sayap delta yang dipadukan dengan kanard (aeronautika) aktif terintegrasi untuk memaksimalkan kemampuan manuver zero gravity atau G (+9 G atau -3 G) untuk kestabilan terbang.

Berat Rafale ketika dalam keadaan kosong adalah sekitar 10 ton, sedangkan berat maksimal yang dapat ditopang jet ini untuk lepas landas adalah 24,5 ton, termasuk beban eksternal sebesar 9,5 ton.

Melansir laman resminya, jet tempur dari Prancis ini mampu terbang dengan kecepatan maksimal 1,8 Mach atau sekitar 2.205 kilometer per jam. Selain itu, jet tempur ini mampu terbang di ketinggian hingga 15 ribu meter.

Pada bagian sistem, Rafale dilengkapi sistem bantuan-pertahanan terintegrasi bernama SPECTRA, yang bisa melindungi pesawat dari serangan udara maupun darat dengan teknologi siluman virtual berbasis perangkat lunak.

Kemudian, Rafale juga dapat menggunakan beberapa sistem sensor pasif. Sistem optik-listrik bagian-depan atau Optronique Secteur Frontal (OSF) yang dikembangkan oleh perusahaan Thales Group. Dengan rangkaian sistem tersebut, Rafale menjadi jet tempur yang mampu bertahan dalam menghadapi ancaman dari udara maupun daratan.

Tercatat, sejumlah negara telah menggunakan jet tempur Rafale di antaranya Perancis, Mesir, Qatar, dan India. Pesawat tempur buatan Dassault Aviation ini mampu melakukan serangan darat dan laut, pengintaian, serangan akurasi tinggi, serta pencegahan serangan nuklir.

Radius tempurnya 1.850 km dan daya jelajahnya 3.700 km. Dengan bobot lepas landas mencapai 24, 5 ton, Rafale mampu memuat bahan bakar sebanyak 4,7 ton internal dan 6,7 ton eksternal.

Baca Juga: Puluhan Rumah Karang Joang Balikpapan Terendam Banjir, Warga Tuntut Solusi atas Proyek Tol IKN

Selain itu, ongkos terbang Rafale per jam sekitar 16.500 dollar AS atau sekitar Rp 234,3 juta. Sedangkan harga Rafale per unitnya 115 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,63 triliun. 

 

Editor : Uways Alqadrie
#Presiden Prabowo #Pesawat Tempur Rafale #tni angkatan udara #kementerian pertahanan