KALTIMPOST.ID , Pernikahan Tommy Soeharto dan Raden Ayu Ardhia Pramesti Regita Cahyani Soerjosoebandoro atau lebih dikenal Tata Cahyani, pernah menghebohkan Indonesia beberapa tahun lalu. Hal itu disebabkan resepsi pernikahan Tommy Soeharto dan Tata Cahyani digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Tommy Soeharto resmi menikah dengan Tata Cahyani pada 30 April 1997 lalu. Terjadi ketika Soeharto masih menjabat presiden Republik Indonesia. Ibu Tien juga masih sehat. Ya, Tata adalah pernikahan yang menjadi satu-satunya yang tercatat di Kantor Urusan Agama. Juga satu-satunya wanita yang direstui keluarga Cendana.
Baca Juga: Cinta Terlarang Tommy Soeharto dengan Sandy Harun: Dari Bintaro hingga ke Sel Dingin Nusakambangan
Tata lahir di Jakarta 2 April 1975. Tata adalah putri pertama dari tiga putri RM Bambang Soetjahjo Adji Soerjosoebandoro. Sejak usia lima tahun Tata mengikuti ayahnya yang bekerja di kantor agen PT Adhika Admiral Line di Singapura, karena itu Tata berpendidikan di luar negeri sejak sekolah dasar sampai lulus dari Universitas New South Wales, Sydney, Australia, jurusan Pertamanan (landscaping).
Nama Tata melambung saat dia menikah dengan putra bungsu mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra pada 30 April 1997 di Pendopo Agung Sasono Utomo Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang disaksikan Menristek/Kepala BPPT BJ Habibie dan Menneg PPN/Ketua Bappenas Ginandjar Kartasasmita.
Tak sedikit memuji kecantikan Tata Cahyani saat melangsungkan pernikahannya dengan Tommy. Tata begitu cantik dan anggun mengenakan pakaian pengantin adat Jawa Solo tersebut.
Sayang, tak berapa lama setelah pernikahan tersebut, Soeharto menjauh dari kursi kepresidenannya dan sejak saat itu posisi Tommy banyak mendapat tekanan. Puncaknya, Tommy divonis hukuman 15 tahun penjara karena terbukti berada di balik pembunuhan hakim Syafiuddin Kartasasmita, yang memvonisnya dalam sidang perkara tukar guling tanah Bulog-PT Goro.
Pada 13 April 2006, Tata menggugat cerai Tommy dengan nomor 467/Pdt.g/2006/PAJS, yang di dalamnya Tata juga menuntut hak asuh kedua anak mereka, Dharma Mangkuluhur Hutomo (9) dan Radhyana Gayanti Hutami (6).
Setelah bercerai, Tata memilih pindah ke Singapura. Belakangan setelah lama tak terdengar kabarnya, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto akhirnya memberikan pernyataan yang menggegerkan publik.
Baca Juga: Puteri Modiyanti: Anak Tommy Soeharto yang Mewarisi Kecantikan Sang Ibu Sandy Harun
Melalui pengacaranya, dari kantor pengacara Aliansi Pembela Rakyat Indonesia, Suharmono, SH, Tommy mengatakan kalau istrinya telah membawa lari uangnya sebesar Rp 100 Miliar.
Tapi, dengan membawa uang itu juga, Mbak Tata juga membawa lari kedua anak Mas Tommy,” kata Suharmono, saat ditemui di kawasan Kwitang, Jakarta, Kamis (15/3) siang pada 2017 silam.
Melalui pengacaranya juga, Tommy membantah dirinya melalaikan kewajibannya dan tidak ingin bertemu dengan kedua anaknya. Kata Suharmono, Tommy malah dibatasi aksesnya untuk bertemu Tata dan kedua anaknya.
"Waktu Mbak Tata menggugat cerai, Mas Tommy masih di Nusa Kambangan. Lalu, dia kabur dari rumah di Cendana dan menetap di Singapura. Kalian tahu sendiri, setelah bebas, Mas Tommy dicekal untuk pergi ke luar negeri."
“Jadi, sebenarnya Mas Tommy ingin sekali bertemu, tapi tidak bisa. Seharusnya ketika bebas, Tata-lah yang mendatangi Tommy,” katanya berapi-api.
Kepergian Kontroversial
Semenjak bertengkar dengan Tommy Soeharto, Tata Cahyani memutuskan untuk pindah dan menetap di Singapura dengan kedua anaknya.
Namun, kepergian Tata Cahyani menuai kontroversi dan muncul tudingan bahwa mantan istri Tommy Soeharto ini kabur membawa uang Rp100 miliar.
Meskipun pada saat itu isu tersebut terdengar santer, namun tidak ada bukti yang kuat dan Tata Cahyani pun tidak akan mengumumkan kepada pihak kepolisian.
Lalu, pertanyaan yang menjadi pertanyaan besar masyarakat saat itu adalah mengapa Tata Cahyani memilih menetap di Singapura seolah menjauh dari Tommy Soeharto.
Di sisi lain, Tata sempat mengutarakan isi hati yang merasa kesulitan untuk membesarkan kedua buah hatinya di Singapura.
Dalam pengakuannya, Tata Cahyani mengatakan bahwa alasan kepergiannya ke Singapura adalah untuk menyelamatkan diri.
“Saya terpaksa ke Singapura untuk menyelamatkan diri, dan kedua anak saya,” papar Tata.
Baca Juga: Kisah Pelarian Tommy Soeharto Selama 387 Hari, Dikawal Barisan Penjaga Bersenjata Lengkap
"Mereka harta yang paling berharga bagi saya," sambung Tata.
Namun, Tata tak memberikan informasi lengkap terkait pelarian diri ke Singapura.
"Biarlah ini menjadi alasan tersendiri bagi saya," paparnya.
Ketika disinggung perihal Tommy, Tata menjelaskan bahwa konflik dalam hubungan rumah tangga merupakan hal yang wajar.
Tata juga menjelaskan bahwa dirinya sudah bercerai dengan Tommy dan hal tersebut sengaja tidak diumbar ke media.
“Dalam agama yang diajarkan, jika ada pernikahan harus ada pemberitahuan kepada tetangga, teman dan keluarga, sebaliknya jika ada perceraian, cukup saya saja yang tahu,” terangnya.
Dari pengakuan Tata jika Keluarga Cendana juga sudah mengetahui tentang kepergiannya ke Singapura.
Sekali lagi Tata Cahyani menegaskan bahwa kepergiannya ke Singapura bukan dengan niatan untuk melarikan diri.
“Pokoknya, keluarga di sana (Keluarga Cendana) tahu saya ke Singapura,” ujar Tata Cahyani.
Jadi, bukan melarikan diri, ungkapnya dikutip Hops.ID dari YouTube Seleb Viral pada Rabu, 21 Desember 2024.
Usai bercerai dari Tommy Soeharto, Tata Cahyani memutuskan untuk menjalin hubungan dengan Bobby Tonelly dan menetap di Singapura.
Editor : Uways Alqadrie