Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan langkah ini bertujuan mengembalikan fokus BUMN ke bisnis inti masing-masing.
“Kita akan melakukan proses konsolidasi agar tiap perusahaan menjadi lebih kuat dan mengelola bisnis sesuai core business-nya,” ujarnya di Jakarta, Selasa (12/8).
Menurut Dony, sejumlah BUMN saat ini masih mengelola usaha di luar bidang inti. Ia mencontohkan Pertamina yang fokus di sektor migas, tetapi memiliki bisnis agen perjalanan, pabrik air minum, hotel, hingga rumah sakit. Melalui konsolidasi, perusahaan akan diarahkan kembali ke bidang utama, seperti migas, telekomunikasi, logistik, atau sektor lain yang menjadi kompetensi inti.
Target Perusahaan Lebih Sehat dan Efisien
Dony menambahkan, konsolidasi akan menciptakan kelompok usaha besar yang lebih terintegrasi. Misalnya, sektor logistik yang kini memiliki 18 entitas—termasuk Angkasa Pura Logistik, Pos Logistik, Pelindo Logistik, dan Semen Logistik—akan dilebur menjadi satu perusahaan logistik nasional.
Proses transformasi dibagi menjadi empat tahap: tinjauan riset mendasar, penyederhanaan dan konsolidasi bisnis, implementasi perjalanan transformasi, serta penciptaan nilai.
“Kami berharap dengan konsolidasi ini, kinerja BUMN semakin sehat, laba dan dividen meningkat, membuka lapangan kerja baru, dan memberi kontribusi signifikan pada pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Dony.
Editor : Uways Alqadrie