Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Lebih Berbahaya dari Covid-19, Penularan Campak yang Saat Ini Terjadi di Kaltim Bisa Mencapai 18 Kali Lipat dari Satu Kasus

Eko Pralistio • Minggu, 31 Agustus 2025 | 21:15 WIB

Campak merupakan penyakit menular yang sebenarnya bisa dicegah melalui imunisasi. (Ilustrasi foto)
Campak merupakan penyakit menular yang sebenarnya bisa dicegah melalui imunisasi. (Ilustrasi foto)

KALTIMPOST.ID, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan campak merupakan penyakit paling menular di dunia, bahkan jauh lebih menular dibandingkan Covid-19. Ia menyebut tingkat penularan campak bisa mencapai 18 kali lipat dari satu kasus.

“Jadi campak itu adalah penyakit yang paling menular. Kalau dulu COVID-19, ingat pertama kali ada yang namanya reproduction rate. Jadi satu orang nularin ke-2 atau ke-3. Campak itu satu orang bisa nularin ke-18,” kata Menkes Budi saat meninjau penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Sumenep, Jawa Timur, Kamis (28/8) dikutip dari laman resmi Kemenkes RI.

Menkes Budi menambahkan, meski sangat menular, campak sebenarnya sudah memiliki vaksin yang efektif untuk mencegah penularan.  “Untungnya, sama seperti Covid sekarang, sudah ada vaksinnya, dan vaksinnya itu efektif. Jadi kalau divaksinasi, pasti dia tidak akan kena penyakit campak lagi,” ujarnya.

Menkes Budi Gunadi saat meninjau penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Sumenep, Jawa Timur, Kamis (28/8) lalu. (FOTO KEMENKES RI)
Menkes Budi Gunadi saat meninjau penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Sumenep, Jawa Timur, Kamis (28/8) lalu. (FOTO KEMENKES RI)

Budi mengingatkan campak bukan hanya penyakit menular biasa, tetapi juga bisa menyebabkan kematian dengan tingkat fatalitas yang cukup tinggi. Karena itu, pemerintah menekankan langkah utama dalam menghadapi wabah campak adalah melakukan imunisasi massal. 

Kalau ada outbreak, tindakan nomor satu adalah melakukan imunisasi. Ia menargetkan sekitar 70 ribu anak di Sumenep bisa mendapatkan imunisasi campak dalam waktu dua minggu.  "Target kita dua minggu selesai. Kalau dalam dua minggu selesai, mudah-mudahan ini akan langsung secara drastis menurunkan indikasi campak,” ucap Menkes Budi.

Budi menegaskan pemerintah telah menyiapkan pasokan vaksin campak yang cukup. Ada 11 ribu vial vaksin, 1 vial rata-rata bisa dipakai untuk delapan orang. "Jadi cukup untuk 80 ribu anak,” ungkapnya. Ia juga mengingatkan bahaya hoaks yang menghambat imunisasi. 

“Sekarang kan banyak berita-berita WhatsApp mengenai jangan imunisasi, jangan vaksinasi. Teman-teman, itu sangat berbahaya dan jahat. Karena kita lihat sampai meninggal 20 anak, hanya gara-gara masyarakat diteror berita-berita itu,” ujarnya. (*)

Editor : Muhammad Rizki
#virus campak #kasus campak #menkes budi gunadi