Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Wiranto saat menerima pelayat di rumah duka di kawasan Bambu Apus, Jakarta Timur.
Wiranto menuturkan bahwa almarhumah sudah cukup lama menjalani perawatan intensif.
“Beberapa waktu terakhir, Ibu memang dirawat di RSPAD. Kondisinya sempat membaik sehingga kami putuskan untuk membawanya pulang,” kata dia.
Upaya pengobatan kemudian dilanjutkan ke Bandung. Keluarga berharap kondisinya kembali stabil. Namun, menurut Wiranto, takdir berkata lain.
“Setelah menjalani rangkaian terapi, sore tadi pukul 15.55, beliau dipanggil menghadap Allah SWT,” ujarnya.
Seorang petugas keamanan RS Melinda, Mamat, membenarkan bahwa almarhumah sempat dirawat selama kurang lebih lima hari sebelum menghembuskan napas terakhirnya pada Minggu sore. "Istri pak Wiranto sebelumnya dirawat sekitar lima hari di RS Melinda, dan tadi sore meninggal dunia,” kata Mamat saat ditemui di RS Melinda, Minggu malam (16/11/2025).
Sebelum meninggal dunia, keluarga Wiranto membawa Rugaiya Usman untuk menjalani pengobatan lanjutan di Bandung. Mereka berharap proses pengobatan ini dapat memulihkan kondisi kesehatannya.
Harapan tersebut menginginkan Rugaiya dapat kembali sehat dan berkumpul dengan keluarga. Namun Wiranto menyatakan kehendak Tuhan tidak dapat manusia tolak.
Allah SWT ternyata berkehendak lain bagi jalan hidup almarhumah. Rugaiya Usman meninggal dunia setelah menyelesaikan satu rangkaian pengobatan di rumah sakit. Beliau menyampaikan napas terakhir pada pukul 15.55 WIB di hari Minggu.
Wiranto menyampaikan kabar duka ini dengan suara bergetar dari rumah duka. Keluarga besar telah mengupayakan segala cara untuk kesembuhan Rugaiya.
Proses pengobatan berlangsung intensif di dua kota yang berbeda. Tim medis memberikan perawatan terbaik selama masa pengobatan. Namun takdir menentukan perjalanan hidup yang berbeda.
Wiranto menerima keputusan Illahi dengan ikhlas dan pasrah. Seluruh keluarga besar mendampingi hingga detik-detik terakhir.
Jenazah Rugaiya dijadwalkan diberangkatkan pada Senin pagi, 17 November 2025, melalui Lanud Halim Perdanakusuma menuju Solo. Pemakaman akan dilakukan di Delingan, Solo, sesuai rencana keluarga.
Rugaiya Usman Wiranto dikenal sebagai sosok pendamping setia bagi Jenderal (Purn) Wiranto. Beliau telah mendampingi Wiranto sejak awal kariernya sebagai perwira Angkatan Bersenjata.
Kehadirannya selalu menjadi dukungan penting dalam setiap langkah tugas dan jabatan militer yang diemban Wiranto.
Selama bertahun-tahun, Rugaiya telah menyaksikan dan mendukung perjalanan Wiranto dalam berbagai posisi penting. Wiranto sendiri pernah menjabat sebagai Panglima TNI, Menteri Pertahanan dan Keamanan, hingga Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Dedikasi Rugaiya dalam mendampingi sang suami patut diacungi jempol.
Baca Juga: Hasil MotoGP Valencia: Bezzecchi Juara Sekaligus Tutup Musim 2025 dengan Manis
Saat ini, Wiranto menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan di era Presiden Prabowo Subianto.
Peran Rugaiya sebagai istri Wiranto tidak hanya sebatas pendamping pribadi, tetapi juga sebagai pilar kekuatan di balik kesuksesan karier suaminya.
Editor : Uways Alqadrie