Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Sugiarto Oentoro, menyampaikan bahwa penurunan tarif tersebut berlaku selama masa puncak mobilitas warga.
“Kisaran potongan harga berada antara 13 sampai 14 persen. Ini bagian dari upaya meringankan biaya perjalanan sekaligus menjaga pergerakan ekonomi,” ujarnya saat RDP dengan Komisi VI DPR di Senayan, Senin (1/12).
Selain harga tiket khusus, Garuda Grup juga menyiagakan armada dalam jumlah lebih besar. Total 90 pesawat disiapkan—58 unit dari Garuda dan 36 unit dari Citilink—yang akan beroperasi penuh selama 24 jam. Jumlah itu meningkat signifikan dibanding Juli lalu, ketika total armada baru 77 unit.
Pemerintah sendiri telah menetapkan skema potongan harga untuk berbagai moda transportasi selama Nataru. Untuk penerbangan, kuota diskon diproyeksikan menyasar 3,59 juta penumpang.
Periode keberangkatan dengan tarif khusus berlangsung 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, sementara moda kapal laut dibuka lebih awal mulai 17 Desember.
Warga diminta segera merencanakan perjalanan karena masa pemesanan tiket promo sudah dibuka. Program ini diharapkan mampu menjaga kelancaran arus liburan serta mendongkrak aktivitas ekonomi menjelang pergantian tahun.
Editor : Uways Alqadrie