KALTIMPOST.ID,MAKASSAR-Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menerima Black Box milik pesawat ATR 42-500 dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Serah terima ini menandai dimulainya investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab jatuhnya pesawat tersebut di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulsel.
Kotak hitam yang mencakup Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) ditemukan pada Rabu (21/1/2026). Perangkat krusial ini dibawa langsung dari lokasi evakuasi oleh Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko.
Dalam konferensi pers di Kantor Basarnas Makassar, Sulsel, Kamis (22/1/2026), Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan bahwa meski investigasi teknis dimulai, fokus utama tim tetap pada evakuasi korban.
Baca Juga: Percepat Evakuasi di Gunung Bulusaraung, TNI AU Terjunkan Helikopter Caracal dan Pesawat Boeing
Pengerahan pasukan khusus dari matra darat, laut, dan udara TNI telah diterjunkan ke lokasi jatuh. Dukungan cuaca teknologi modifikasi cuaca berhasil menekan hambatan alam hingga 30%, sehingga mempermudah mobilitas helikopter dan tim SAR darat.
Sementara itu, Ketua KNKT, Suryanto Cahyono, menyatakan bahwa data dari kotak hitam akan memberikan jawaban pasti mengenai penyebab kecelakaan. Ia merinci dua komponen utama dalam perangkat tersebut, yaitu CVR berisi rekaman suara pilot dan komunikasi dengan pihak pengawas udara, dan FDR menyimpan sekitar 88 parameter teknis selama penerbangan berlangsung.
Suryanto juga menjelaskan bahwa warna oranye mencolok pada black box bertujuan mempermudah pencarian di medan yang sulit. Investigasi ini nantinya akan murni bersandar pada data akurat untuk mencegah terjadinya insiden serupa di masa depan.(*)
Editor : Thomas Priyandoko