KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Kekecewaan mendalam menyelimuti mahasiswa Magister Manajemen Teknologi ITK setelah janji bantuan biaya kuliah melalui program Gratispol Kaltim mendadak dicabut.
Meski sudah menjalani masa kuliah satu semester, para mahasiswa kini dihadapkan pada pilihan sulit antara lanjut dengan biaya mandiri atau berhenti di tengah jalan akibat perubahan kebijakan Pemprov Kaltim.
Saat ini mereka harus mengambil keputusan besar untuk menentukan masa depan. Awalnya mahasiswa sudah dinyatakan lolos sebagai penerima bantuan uang kuliah tinggal (UKT).
Namun usai konfirmasi lebih lanjut, Pemprov Kaltim menyatakan mahasisa kelas eksekutif tidak masuk penerima bantuan Gratispol. Di momen ini pikiran mereka seketika buyar dan galau.
ITK sendiri berupaya membantu dengan memberikan keringanan. Mulai dari opsi perubahan kelas eksekutif menjadi kelas reguler. Namun ini perlu kajian lebih lanjut. Serta beberapa opsi lainnya.
“Misal menjadi kelas reguler tapi dengan jam kuliah yang menyesuaikan karena sebagian besar sambil bekerja juga,” kata Eka Reina Elfira, salah satu mahasiswa yang mengalami pembatalan bantuan Gratispol.
Kemudian terbuka opsi mahasiwa kerja sama dengan dosen untuk penelitian bersama. Namun mahasiswa berharap tetap dari tim Gratispol memberi klarifikasi.
Kemungkinan dia tetap melanjutkan masa perkuliahan sambil melihat situasi. Serta sangat apresiasi dari ITK mengusahakan solusi dengan kondisi yang ada.
"Tapi kami tidak tahu ke depan bagaimana semester-semester lainnya," sebutnya. Selain Eka, ada mahasiswa yang berniat mundur karena kecewa dengan Gatispol.
Sementara yang lain seperti Ade Rahayu, Irfan Rafid, dan Abdul Kadir Jaelani masih menunggu situasi beberapa waktu ke depan. Dia juga memikirkan opsi dan pertimbangan lainnya.
Termasuk upaya dari Pemprov Kaltim. "Sementara untuk opsi-opsi yang disampaikan kampus perlu dituangkan juga dalam surat sebagai bentuk legalitas," tandasnya. (*)
#GratispolKaltim #BeasiswaKaltim #ITKBalikpapan #PendidikanKaltim #BeritaBalikpapan
Editor : Nugroho Pandu Cahyo