KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pembangunan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi dimulai dengan target penyelesaian pada Agustus 2026.
Berlokasi strategis di dekat PSSI National Training Center, rusun ini mengusung konsep 10-minute city yang memudahkan penghuni mengakses fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga transportasi publik dalam waktu singkat.
Ini dilakukan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Kalimantan II Satuan Kerja PKP Kalimantan Timur bekerja sama dengan Otorita IKN.
“Kami membangun 1 tower yang terdiri dari 65 unit hunian untuk tahap pertama,” kata Kepala BP3KP Kalimantan II Mustofa Otfan melalui PPK Rumah Susun dan Rumah Khusus Satker PKP Kaltim Bayu Krisna Suryantara.
Kontrak pekerjaan telah dilakukan pada 3 Oktober 2025. Targetnya pembangunan rusun MBR bisa rampung dengan masa pekerjaan 330 hari kalender atau 28 Agustus 2026.
Dia menyebutkan, rusun MBR memiliki aksesibilitas yang tinggi. Lokasinya dirancang dengan berbagai akses kebutuhan masyarakat.
Seperti transportasi publik, fasilitas kesehatan dekat dengan RS Abdi Waluyo dan RS Mayapada), dan sarana pendidikan yakni Sekolah Taruna Nusantara dan Universitas Gunadarma.
“Rusun MBR mendukung mobilitas aktif dengan penyediaan jalur pejalan kaki dan sepeda yang nyaman. Bahkan sudah dilengkapi dengan parkir sepeda,” bebernya.
Sejauh ini, tantangan dan kendala yang dihadapi dalam pembangunan rusun MBR adalah ketersediaan material murah. Sebab untuk menjangkau material murah harus dibeli dari luar pulau.
Ini turut menjadi perhatian untuk mendukung proses pembangunan. “Material harus diperhitungkan dengan matang agar tidak terjadi kekosongan pekerjaan selama proyek berlangsung,” tandasnya. (*)
Editor : Duito Susanto