KALTIMPOST.ID, JAKARTA-Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mulai memetakan strategi besar dalam menghadapi Angkutan Lebaran 2026.
Puncak arus mudik tahun ini diprediksi Rabu, 18 Maret atau H-2 Idulfitri. Jawa Tengah diproyeksikan masih menjadi titik tujuan utama dengan arus pergerakan terbesar secara nasional.
Guna menghindari "ledakan" pemudik di satu hari yang sama, pemerintah menyiapkan langkah antisipasi lewat kebijakan kerja fleksibel atau Work From Anywhere (WFA). Skema ini diharapkan mampu mendistribusikan keberangkatan masyarakat lebih awal.
"Puncak arus mudik hitungannya 18 Maret. Tapi dengan kebijakan WFA, kita harapkan beban puncak itu bisa kita sebar atau distribusi ke tanggal-tanggal sebelumnya, mulai dari hari Jumat," ujar Dudy saat meninjau kesiapan di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.
Baca Juga: BBPJN Kaltim Siapkan 4 Posko Mudik Lebaran 2026 di Jalan Nasional hingga Tol IKN
Sesuai rencana, skema WFA bagi aparatur dan pekerja yang memungkinkan akan berlaku pada 16, 17, serta pasca-lebaran pada 25, 26, dan 27 Maret 2026.
Langkah ini diambil agar produktivitas kerja tetap terjaga tanpa harus berdesakan di puncak arus mudik.
Stimulus Diskon Naik Signifikan
Selain pengaturan waktu kerja, pemerintah juga menebar stimulus berupa diskon tiket transportasi yang lebih besar dibanding tahun lalu. Jika pada 2025 stimulus hanya berada di angka 14 persen, tahun ini dinaikkan menjadi 18 persen.
Di sektor udara, diskon tiket domestik kelas ekonomi dipatok 17-18 persen untuk periode 14-29 Maret.
Tak kalah menggiurkan, angkutan laut bahkan menggratiskan tarif jasa kepelabuhanan (diskon 100 persen) untuk penyeberangan pada 12-31 Maret, serta potongan harga tiket kapal penumpang sebesar 30 persen.
Baca Juga: Siapkan KTP! Mudik Gratis via Pelabuhan Semayang Balikpapan Resmi Dibuka, Simak Cara Daftarnya!
Moda perkeretaapian juga memberikan potongan 30 persen bagi 1,2 juta penumpang. Sementara itu, bagi warga yang mencari opsi gratis, Kemenhub telah menyiapkan 401 bus Mudik Gratis yang akan menyasar 34 kota tujuan di sembilan provinsi.
Prediksi 143 Juta Pemudik
Meski hasil survei memprediksi pergerakan masyarakat mencapai 143,91 juta orang, angka yang sedikit menurun dibanding realisasi 154,6 juta pemudik di tahun 2025, Kemenhub tetap waspada. Pasalnya, realisasi di lapangan seringkali melampaui hasil survei.
Mobil pribadi diprediksi tetap menjadi primadona dengan 76,24 juta pengguna, di mana 50,63 juta di antaranya akan memadati jalur tol.
Sedangkan untuk daerah asal, Jawa Barat memimpin dengan 30,97 juta pemudik, disusul Jakarta dan Jawa Timur.
"Pola penanganan tahun ini merupakan penyempurnaan dari tahun lalu. Dengan distribusi waktu lewat WFA dan insentif harga tiket, kami optimis kelancaran layanan publik dan kenyamanan pemudik bisa tetap terjaga," kata Dudy. (*)
Editor : Almasrifah