KALTIMPOST.ID, JAKARTA - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menjadwalkan pertemuan penting di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3) malam.
Sejumlah tokoh bangsa, mulai dari mantan presiden, mantan wakil presiden, hingga pimpinan partai politik parlemen diundang hadir dalam agenda tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, selain kepala negara dan wakil kepala negara periode sebelumnya, undangan juga dialamatkan kepada para mantan menteri luar negeri.
Baca Juga: Tragedi di Beit-e Rahbari, Istri Ayatollah Khamenei Wafat Menyusul Sang Suami
Pertemuan ini disebut sebagai forum silaturahmi sekaligus ruang bertukar pandangan terkait dinamika nasional dan global yang tengah berkembang.
“Istana ingin mendengar masukan dari para tokoh senior bangsa,” ujar sumber di lingkaran kepresidenan.
Agenda ini berlangsung di tengah situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah. Eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat serta Israel kembali menjadi perhatian dunia.
Serangan gabungan yang dilancarkan Washington dan Tel Aviv pada akhir Februari lalu memicu respons keras Teheran. Situasi semakin memanas setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, melaporkan gugurnya dalam rangkaian serangan tersebut. Pemerintah Iran kemudian mengkonfirmasi kabar itu sehari-hari berselang.
Baca Juga: Buntut Tewasnya Khamenei, Hizbullah Serang Israel, Pasukan PBB Terjepit di Lebanon
Tak tinggal diam, Iran melancarkan serangan balasan, termasuk menargetkan wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah. Intensitas serangan yang dilaporkan meningkat usai kabar wafatnya Khamenei, memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik.
Di tengah situasi global yang tak terlupakan, pertemuan di Istana malam ini dinilai menjadi momentum konsolidasi nasional, guna menyatukan sikap dan memperkuat posisi Indonesia dalam merespons perkembangan dunia.
Editor : Uways Alqadrie