Anggota Majelis Ahli, Ali Moalemi, menyebut para ulama yang duduk di lembaga tersebut telah disumpah untuk menjalankan proses pemilihan sesuai prinsip agama dan konstitusi.
Ia menegaskan, keputusan akan diambil tanpa mempertimbangkan kepentingan faksi politik maupun preferensi pribadi.
“Prosesnya tidak akan lama. Kami akan memilih figur yang sejalan dengan garis revolusi,” ujarnya seperti dikutip kantor berita ISNA, Selasa (3/3).
Majelis Ahli merupakan institusi penting dalam struktur ketatanegaraan Iran. Lembaga ini memiliki mandat konstitusional untuk menunjuk, mengawasi, bahkan memberhentikan Pemimpin Tertinggi. Dalam situasi genting seperti sekarang, perannya menjadi sorotan utama.
Sementara itu, untuk menjaga stabilitas pemerintahan, Iran telah membentuk Dewan Kepemimpinan Sementara. Ulama senior Ayatollah Alireza Arafi ditunjuk memimpin dewan tersebut. Ia akan bekerja bersama Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei.
Penunjukan ini dilakukan di tengah situasi keamanan yang masih memanas. Iran disebut menghadapi ancaman lanjutan di kawasan, sehingga figur pemimpin baru dinilai krusial untuk menentukan arah kebijakan politik dan militer negara itu.
Hingga kini, belum ada nama resmi calon kuat yang diumumkan. Namun publik Iran dan komunitas internasional menanti siapa sosok yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan Republik Islam tersebut.
Editor : Uways Alqadrie