KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran dengan aliansi Amerika Serikat-Israel di Timur Tengah berdampak langsung pada aset strategis Indonesia.
Saat ini, Pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) tengah intens melakukan negosiasi dengan otoritas Iran untuk membebaskan dua kapal tanker milik Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz.
Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI, Santo Darmosumarto, mengungkapkan bahwa kondisi di kawasan tersebut masih sangat fluktuatif.
Hal ini memaksa pemerintah untuk memperketat koordinasi dengan pihak-pihak terkait di Teheran guna menjamin keselamatan armada dan awak kapal.
"Mengenai tanker Pertamina, saat ini rekan-rekan di KBRI Teheran terus menindaklanjuti dan berkomunikasi langsung dengan pemerintah Iran. Dialog ini krusial untuk memastikan jalur yang aman bagi tanker kita," jelas Santo kepada wartawan di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Baca Juga: Bebas Efek Selat Hormuz, Pertamina Pastikan Pasokan Minyak Balikpapan Aman dari Dalam Negeri
Langkah diplomasi ini dilakukan agar kapal-kapal pengangkut energi tersebut bisa segera keluar dari zona merah dan melanjutkan pelayaran melintasi Selat Hormuz dengan selamat.
Santo tidak menampik bahwa gejolak di Timur Tengah memberikan dampak signifikan bagi ekonomi domestik, mengingat posisi strategis kawasan tersebut sebagai mitra dagang utama Indonesia.
Bahlil Pastikan Pasokan Energi Aman
Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa pemerintah sedang mengupayakan jalur negosiasi untuk melepaskan dua kargo milik PT Pertamina International Shipping (PIS) tersebut.
"Ada dua kargo Pertamina yang terjebak di sana. Saat ini kapal sedang bersandar di lokasi yang lebih aman sambil proses negosiasi terus berjalan," ujar Bahlil usai agenda buka puasa bersama di kantornya, Rabu (4/3/2026) malam.
Baca Juga: Antrean BBM di Balikpapan Mengular? Wali Kota Rahmad Mas’ud Minta Warga Jangan Panic Buying!
Meski dua tanker tersebut tertahan, Bahlil menjamin ketahanan energi nasional tetap stabil. Pemerintah telah bergerak cepat dengan mencari sumber energi alternatif dari Amerika Serikat untuk menutupi potensi kendala pasokan.
Sementara itu, pihak Pertamina juga memastikan bahwa seluruh awak kapal dalam kondisi selamat dan terus dipantau secara berkala di tengah memanasnya situasi perang di kawasan tersebut.(*)
Editor : Dwi Puspitarini