Pernyataan itu disampaikan Trump saat wawancara singkat melalui sambungan telepon dengan media Israel pada Minggu (8/3). Ia menyebut komunikasi dengan Netanyahu terus dilakukan untuk memantau perkembangan konflik yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah.
Menurut Trump, keputusan akhir mengenai kapan operasi militer dihentikan tidak akan diambil secara sepihak. Ia menilai koordinasi antara Amerika Serikat dan Israel menjadi faktor penting dalam menentukan langkah berikutnya.
“Saya kira ini akan menjadi keputusan bersama. Kami terus berdiskusi dan akan menentukan waktunya dengan mempertimbangkan berbagai hal,” ujar Trump.
Trump juga enggan berspekulasi mengenai kemungkinan Israel tetap melanjutkan serangan apabila Amerika Serikat menghentikan operasinya lebih dulu. Ia meyakini skenario tersebut tidak akan terjadi karena menurutnya serangan lanjutan tidak lagi diperlukan.
Sebelumnya, Gedung Putih memperkirakan konflik tersebut berlangsung antara empat hingga enam pekan. Namun dalam beberapa hari terakhir, perkiraan durasi operasi militer itu berubah sehingga pemerintah AS belum menetapkan batas waktu pasti.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar ke wilayah Iran pada 28 Februari lalu. Serangan itu dilaporkan menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei, sejumlah pejabat militer, serta puluhan pelajar perempuan.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat, fasilitas diplomatik, dan beberapa kota di Israel. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya enam prajurit AS.
Eskalasi konflik semakin meningkat setelah Iran menggunakan rudal dengan amunisi tandan dalam serangan ke wilayah Israel.
Di tengah situasi tersebut, Majelis Ahli Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru menggantikan ayahnya, Ali Khamenei. Penunjukan itu langsung mendapat dukungan dari Islamic Revolutionary Guard Corps.
Dalam wawancara terpisah dengan ABC News, Trump bahkan menyatakan kepemimpinan Mojtaba Khamenei tidak akan bertahan lama tanpa persetujuan Amerika Serikat.
“Dia harus mendapat persetujuan dari kami. Jika tidak, dia tidak akan bertahan lama,” tegas Trump.
Editor : Uways Alqadrie